PDIP Sebut Rumor Jokowi Mau Rabut Kursi Ketum Bukan Hal Mengejutkan

Jakarta, IDN Times - Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo, mengatakan informasi yang disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bukan sesuatu yang mengejutkan, karena sejumlah elite di kalangan internal PDIP juga mendengar informasi tersebut.
Diketahui, Hasto sebelumnya menyebut ada upaya Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk merebut kursi ketua umum partai.
Andreas yakin informasi yang disampaikan Hasto cukup akurat, mengingat posisinya sebagai Sekjen PDIP banyak berdiskusi dengan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, dan melaporkan apapun yang terjadi terkait perkembangan situasi terkini.
“Saya kira Pak Sekjen tahu dengan segala informasi, sehingga beliau perlu menyampaikan itu bahwa ada upaya-upaya, dalam hal ini Pak Jokowi untuk mengambil posisi ketua umum,” kata Andreas di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4/2024).
1. Bagi senior PDIP isu itu bukan hal yang mengejutkan

Presiden Jokowi lantik Tonny Harjono jadi KSAU pada Jumat (5/4/2024) mendatang. (IDN Times/Ilman Nafi’an) Andreas mengaku tak heran banyak orang yang menghendaki kursi jabatan Ketua Umum PDIP yang memiliki kedudukan penting dalam pengambilan keputusan politik, bukan hanya di internal partai tetapi juga untuk republik ini.
Oleh karena itu, Anggota Komisi X DPR RI itu menilai, rumor bahwa Jokowi mau merebut kursi ketua umum PDIP bukan hal yang mengejutkan.
“Oleh karena itu, saya kira bukan hal yang mengejutkan kalau ada orang, termasuk mungkin Pak Jokowi yang menghendaki itu,” kata Andreas.
2. Kursi ketua umum PDIP sekarang tak mudah direbut

Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri dalam acara HUT ke-51 PDIP. (youtube.com/PDI Perjuangan) Kendati, Andreas mengingatkan, PDIP memiliki aturan main untuk memilih pemimpinnya. Keputusan untuk menjadi ketua umum partai merupakan keputusan kongres.
Termasuk, kata Andreas, Megawati yang terpilih sebagai Ketum Umum PDIP melalui kongres partai. Karena itu, dia mengatakan, sampai hari ini ketua umum partai yang sah adalah Megawati.
“Kami memilih beliau di kongres partai dan putusan untuk menjadi ketua umum itu adalah putusan kongres partai,” ujar dia.
3. Jokowi respons santai tudingan Hasto

Presiden Jokowi meninjau ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam sebuah diskusi bedah buku, Hasto sempat menghembuskan isu adanya upaya Presiden Jokowi akan merebut kursi Ketua Umum PDIP dari Megawati.
“Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara 5-6 bulan. Ada seorang menteri power full," ujar Hasto.
Hasto juga mengungkapkan, Jokowi sempat mengutus pakar politik, Ryaas Rasyid, untuk membujuk Megawati agar mau memberikan jabatan ketua umum DPP PDIP kepada dirinya, dalam rangka kendaraan politiknya untuk 21 tahun ke depan.
"Supaya gak salah, ini ditugaskan Ryaas Rasyid oleh Presiden Jokowi. Pak Ryaas Rasyid ditugaskan untuk membujuk Bu Mega agar kepemimpinan PDI Perjuangan diserahkan kepada Pak Jokowi. Jadi dalam rangka kendaraan politik untuk 21 tahun ke depan," ucap dia.
Sementara, Presiden Jokowi menanggapi santai rumor yang dihembuskan oleh Hasto. Dia juga mengingatkan Hasto agar tidak menghembuskan tudingan-tudingan yang tidak benar.
Jokowi juga membalas tudingan Hasto tersebut dengan sebuah guyonan terkait isu dirinya juga akan mengambil alih kursi ketua umum Partai Golkar.
“Katanya mau ngerebut Golkar, katanya mau ngerebut, masa semua mau direbut semuanya? Jangan, jangan seperti itu," kata dia.





















