Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Viral Video Dua Geng Remaja Perempuan Bentrok di Depok

Viral Video Dua Geng Remaja Perempuan Bentrok di Depok
Ilustrasi bentrokan (IDN Times/Mardya Shakti)

Depok, IDN Times - Video yang memperlihatkan dua remaja perempuan berkelahi adu pukul viral di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam video yang beredar, terlihat remaja perempuan berambut panjang sedang berkelahi dengan perempuan yang mengenakan hijab. 

Bahkan, remaja yang menggunakan hijab terlepas hingga keduanya saling menjambak rambutnya.

Perkelahian di atas jembatan penyeberangan tersebut menjadi tontonan remaja lain. Lokasi perkelahian tersebut diduga berada di Jembatan Dipo, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

1. Perkelahian diduga terjadi pada Agustus 2020

default-image.png
Default Image IDN

Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas Iptu Hendra mengatakan, video yang viral dan beredar di masyarakat tersebut berlokasi di jembatan Dipo, Kelurahan Ratu Jaya, Kota Depok, yang terjadi pada Agustus 2020. Pada saat itu, kedua remaja berasal dari dua kelompok atau geng.

"Itu kejadiannya sudah lama sekitar Agustus 2020," ujar Hendra.

Hendra mengungkapan, pada saat kejadian kedua kelompok remaja sudah diamankan warga dan dilakukan musyawarah. Kedua kelompok remaja diberikan pembinaan dan musyawarah dari pengurus lingkungan dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Jaya.

"Sudah diselesaikan dengan musyawarah dan dibubarkan untuk pulang ke rumahnya masing-masing," terang dia.

2. Perkelahian kelompok Margonda dan Pabuaran

Ilustrasi bentrokan (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi bentrokan (IDN Times/Mardya Shakti)

Bhabinkamtibmas Kelurahan Ratu Jaya Bripka Iyan menjelaskan, peristiwa perkelahian dua remaja perempuan berasal dari kelompok Margonda, Kecamatan Beji dan kelompok Pabuaran Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Iyan tidak mengetahui pasti kenapa lokasi jembatan Dipo dijadikan lokasi pertemuan.

"Saat diamankan warga pada Sabtu, 15 Agustus 2020 sekitar pukul 17.30," ucap Iyan.

Iyan mengatakan, pada saat kejadian mendapatkan informasi dari pengurus lingkungan terjadi perkelahian di Jembatan Dipo dan telah dibawa ke rumah pengurus lingkungan. Saat itu, dia langsung mendata kelompok yang terlibat perkelahian dan melakukan musyawarah, serta memanggil orang tua kelompok remaja.

"Itu yang pada berkelahi masih usia sekolah paling SMP atau SMA kelas 10," terang dia.

3. Berkelahi untuk mendapatkan identitas terkuat

default-image.png
Default Image IDN

Iyan mengatakan, setelah dilakukan musyawarah diketahui kedua remaja yang berkelahi merupakan antar-kelompok untuk mencari pengakuan, siapa yang terkuat di antara kedua kelompok. 

"Awalnya berkelahi di atas jembatan hingga ke bawah jembatan, yang menghubungkan dengan jalan lingkungan masyarakat," ucap dia.

Melihat kejadian tersebut warga langsung melerai dan mengamankan kedua kelompok. Kelompok Pabuaran yang berhasil diamankan ada lima orang, dan kelompok Margonda empat orang. Sebenarnya kelompok Pabuaran lebih banyak, namun melarikan diri saat warga melerai mereka.

"Saat itu saya melakukan mediasi hingga malam dan meminta untuk pulang ke rumah dan tidak mengulangi perbuatannya," tutur Iyan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More

Ancaman Terbaru Trump: Iran Bisa Hancur Malam Ini!

07 Apr 2026, 21:45 WIBNews