Yuk Kenal Lebih Dekat Zahra Nazira, Pentolan Demo Mahasiswa 29 Oktober

Zahra Nazira Firman, Ketua BEM FH Universitas Trisakti periode 2026–2027, memimpin orasi dan membacakan Sumpah Mahasiswa Indonesia dalam demonstrasi 29 Oktober di Jakarta.
Mahasiswi angkatan 2023 ini menyuarakan tuntutan hak dasar rakyat serta kekecewaan setelah rombongan mahasiswa dihalangi menuju Istana.
Putri anggota DPR RI Okta Kumala Dewi ini menilai status keluarganya menjadi tanggung jawab moral untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan hak berpendapat.
Jakarta, IDN Times - Zahra Nazira Firman, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti belakangan menjadi sorotan publik, saat demonstrasi mahasiswa di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.
Mahasiswi angkatan 2023 yang menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Trisakti periode 2026–2027 itu lantang memimpin orasi dan membacakan Sumpah Mahasiswa Indonesia dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Zahra bersama massa mahasiswa menyuarakan keresahan dan tuntutan terkait hak-hak dasar rakyat. Ia juga sempat menyampaikan kekecewaan karena rombongan mahasiswa dihalangi menuju Istana.
Yuk, kenalan lebih jauh bagaimana sosok Zahra yang disebut-sebut anak anggota DPR RI itu.
1. Zahra hobi baca buku, olahraga, dan nonton film

Ketua BEM FH Usakti Zahra Nazira Firman saat liburan ke Gunung Bromo. (Instagram/@zaranzrr) Seperti anak-anak muda pada umumnya, Zahra juga punya hobi atau kebiasaan yang ia lakukan dalam kehidupan sehari-sehari. Zahra paling suka berolahraga, membaca buku, dan juga nonton film.
"Hobinya sejauh ini hanya olahraga, terus juga diseringi baca buku dan juga suka nonton film juga," ujar dia, saat dihubungi IDN Times, Selasa (3/10/2026).
2. Gagal bercita-cita menjadi seorang dokter

Ketua BEM FH Usakti Zahra Nazira Firman (Instagram/@zaranzrr) Di balik orasinya yang lantang, Zahra rupanya punya cita-cita sebagai seorang dokter. Namun, harapannya itu sepertinya tidak akan terwujud, karena orang tua meminta jurusan ilmu hukum di Universitas Trisakti.
"Sebenernya dulu niatnya masuk salah satu kedinasan, namun belum rezeki. Terus niatnya mau ke Fakultas Kedokteran, ternyata diarahkan dengan orang tua untuk ke Fakultas Hukum," ujar Zahra.
Cita-cita atau harapan memang terkadang tidak selalu sama dengan latar belakang pendidikan. Begitu juga yang dialami Zahra saat ini, meski kuliah di jurusan hukum, dia belum ada minat menjadi seorang pengacara.
"Untuk cita-cita jadi pengacara belum ada," ujar lulusan SMA Alexandria Islamic School itu seraya tersenyum.
3. Sosok yang paling dikagumi adalah ibunya

Ketua BEM FH Usakti Zahra Nazira Firman saat berkegiatan di kampus. (Instagram/@zaranzrr) Bukan ilmuwan atau tokoh kebangsaan, apalagi selebritas, sosok yang paling dikabumi Zahra adalah ibundanya sendiri. Baginya, sosok ibu yang selama ini tidak pernah memanjakan itu, menjadi panutan hidupnya.
"Sosok yang saya kagumi untuk orang terdekat saya pasti Ibu saya sendiri, karna ibu saya selalu mengajarkan kehidupan yang baik untuk saya pribadi, yang tidak pernah memanjakan saya, yang selalu saya lihat menjadi wanita yang selalu kuat," ujarnya.
Zahra pun tak membantah, ia merupakan buah hati dari anggota DPR RI, Okta Kumala Dewi, yang kini duduk di Komisi I DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
4. Tanggung jawab moral sebagai anak anggota DPR RI

Ketua BEM FH Usakti Zahra Nazira Firman saat berkegiatan di kampus.(Instagram/@zaranzrr) Sebagai putri dari anggota DPR RI dari partai politik yang notabene sebagai anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Zahra tidak merasa khawatir adanya intervensi terhadap nasib sang ibunda.
Zahra justru punya tanggung jawab moral sebagai anak anggota parlemen, yang harus menyuarakan aspirasi atau kegelisahan rakyat.
"Sejauh ini alhamdulillah saya rasa menjadi seorang putri anggota DPR bukan hal yang harus saya takuti saat saya akan bersuara atau saya akan vokal, ketakutan pasti ada mas, tapi saya yakin ketika kita bersuara untuk suatu hal yang baik dan benar, saya rasa itu tidak ada salahnya," ujarnya.
"Dan saya rasa ibu saya menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang anggota dewan yang mementingkan nasib rakyatnya, sebagaimana janji yang diucapakannya saat dilantik dan disumpah," sambungnya.
Zahra juga berkeyakinan kuat, setiap warga negara memilik hak yang sama di mata hukum. Begitu juga hak menyampaikan pendapat di muka umum, itu menjadi bagian dari hak pribadi yang dilindungi undang-undang.
"Dan ketika kita bersuara atau memiliki pandangan politik sendiri, itu hak dari seluruh pribadi rakyat Indonesia dan itu bagian dari demokrasi," ujar Zahra.






















