Beri Dukungan, 3 Pemimpin Negara UE Kunjungi Kiev

Jakarta, IDN Times - Di tengah serangan Rusia ke Ukraina, tiga pemimpin negara Uni Eropa (UE) memutuskan untuk mengunjungi ibu kota Kiev. Mereka melakukan perjalanan dengan kereta api pada hari Selasa (15/3/22).
Para pemimpin negara UE itu adalah Perdana Menteri Republik Ceko, Polandia dan Slovenia. Mereka dengan tegas menyatakan dukungan kebebasan dan kemerdekaan Ukraina.
Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari sampai hari ini, kota-kota Ukraina termasuk ibu kota Kiev, terus digempur oleh tentara Rusia. Kota itu kini telah menjadi benteng dan terus mempertahankan diri, bertarung dengan sengit melawan agresi pasukan Presiden Vladimir Putin.
1. Para pemimpin negara pertama yang kunjungi Ukraina sejak invasi Rusia
Sebelum Rusia menyerang Ukraina, ada beberapa pemimpin negara yang telah berkunjung ke ibu kota Kiev. Mereka ke sana dalam upaya pembicaraan dan negosiasi untuk meredakan ketegangan situasi ketika sekitar 150 ribu pasukan Rusia telah mengepung Ukraina.
Tapi semenjak Rusia menyerang Ukraina, belum ada pemimpin negara yang berani berkunjung ke Kiev. Itu karena perang sedang berkecamuk dan pergi ke Ukraina terlalu berisiko.
Dilansir Al Jazeera, meski berbahaya berkunjung ke ibu kota Kiev, Petr Fiala Perdana Menteri Ceko mengatakan "tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menyatakan dukungan tegas Uni Eropa untuk Ukraina dan kebebasan serta kemerdekaannya."
Mateusz Morawiecki dari Polandia menjelaskan bahwa perjalanannya itu dilakukan pada hari ke-20 agresi kriminal Presiden Putin ke Ukraina. Dia mengatakan "pada masa-masa terobosan seperti itu bagi dunia, adalah tugas kita untuk berada di tempat di mana sejarah ditempa. Karena ini bukan tentang kita, tapi tentang masa depan anak-anak kita yang layak hidup di dunia yang bebas dari tirani."
2. Perjalanan telah dikoordinasikan dan disetujui UE
Republik Ceko dan Polandia dulu juga dikuasai oleh komunisme sebelum Soviet runtuh. Dua negara itu adalah pendukung kuat Ukraina dalam menentang invasi tentara Vladimir Putin.
Perdana Menteri Slovenia Janez Jansa, telah melintasi perbatasan Polandia-Ukraina dengan kereta api setelah pukul 8 pagi waktu setempat pada hari yang sama. Perjalanan itu dilakukan tanpa ada banyak rincian ke publik.
Tentang pembahasan apa yang akan dilakukan dengan pemimpin Ukraina, UE sebelumnya telah menegaskan akan memberikan bantuan pendanaan dan bantuan kemanusiaan untuk Kiev.
Dilansir Reuters, pejabat Ceko dan Polandia mengatakan misi ke Ukraina telah dikoordinasikan dengan UE dan telah disetujui oleh blok tersebut pada pertemuan pekan lalu.
Para pejabat UE menyambut semua inisiatif perdamaian tapi juga khawatir dengan perjalanan yang penuh risiko tersebut. Seorang pejabat UE mengatakan "beberapa pemimpin mungkin juga bertanya-tanya: apakah ini akan membahayakan atau akan meningkatkan kondisi negosiasi dengan Rusia. Masih harus dilihat, tentu saja. Ini inisiatif yang bagus."
3. UE hadiahi paket sanksi keempat untuk Rusia

Bersamaan dengan kunjungan tiga pemimpin negara UE ke Ukriana, blok Eropa juga secara resmi menyetujui paket sanksi ekonomi keempat. Paket ini termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan terhadap Roman Abramovich, miliarder Rusia yang memiliki klub sepak bola Chelsea FC.
Dilansir The Guardian, dalam sanksi itu dijelaskan bahwa Abramovich "seorang oligarki Rusia yang memiliki hubungan panjang dan dekat dengan Vladimir Putin." Selain itu dijelaskan pula bahwa dia memiliki akes istimewa ke Putin, yang mana hubungan itu membantunya mempertahankan kekayaannya yang cukup besar.
UE dalam putaran baru sanksi kepada Rusia melarang impor produk baja sensitif dan larangan investasi di sektor energi dengan pengecualian terbatas untuk energi nuklir sipil.
Josep Borrell, kepala urusan luar negeri UE menjelaskan "ketika perang Presiden Putin melawan rakyat Ukraina berlanjut, begitu pula tekad kami mendukung Ukraina dan melumpuhkan pembiayaan mesin perang Kremlin.

















