Helikopter Pengintai Militer Saudi Jatuh di Najran, 2 Awak Tewas

- Helikopter pengintai AH-6i Garda Nasional Arab Saudi jatuh di Najran akibat kerusakan teknis, menewaskan dua perwira awaknya.
- Pada hari yang sama, pertahanan udara koalisi Saudi mencegat dua rudal balistik menuju Khamis Mushayt dan satu drone menuju Riyadh.
- Insiden terjadi saat konflik Yaman kembali memanas sejak Juli, ditandai serangan drone dan rudal Houthi serta operasi udara koalisi Saudi.
Jakarta, IDN Times - Sebuah helikopter pengintai jenis AH-6i milik Kementerian Garda Nasional Arab Saudi jatuh di wilayah Najran dekat perbatasan Yaman, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak koalisi pimpinan Saudi pada Minggu (18/10/2026). Peristiwa yang dipicu oleh kerusakan teknis tersebut mengakibatkan dua perwira militer yang menjadi awak pesawat meninggal dunia.
Insiden tersebut terjadi di tengah kewaspadaan tinggi pasukan Arab Saudi menyusul rentetan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal lintas batas oleh milisi Houthi. Kematian dua awak ini menjadi catatan kehilangan personel militer pertama bagi Arab Saudi sejak eskalasi konflik kembali memanas pada Juli lalu.
1. Kerusakan teknis jadi penyebab helikopter jatuh

ilustrasi helikopter (pexels.com/Edu Raw) Juru bicara resmi koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa helikopter pengintai tersebut jatuh serta hancur di dalam wilayah teritorial kedaulatan Saudi di area Najran. Atas nama pihak koalisi, dia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta memanjatkan doa bagi para perwira yang gugur agar mendapat rahmat Allah. Wilayah Najran sendiri terletak di sepanjang perbatasan barat daya Arab Saudi dengan Yaman yang berulang kali menjadi sasaran serangan milisi Houthi.
Dilansir Arab News, Al-Maliki menegaskan bahwa insiden nahas ini terjadi murni akibat gangguan teknis pada helikopter. "Helikopter jatuh karena kerusakan teknis, yang mengakibatkan gugurnya dua perwira awak helikopter tersebut," kata Al-Maliki dalam pernyataan yang diunggah di platform X.
2. Pertahanan udara Saudi cegat rudal dan drone

ilustrasi sistem pertahanan udara (unsplash.com/Gábor Szűts) Peristiwa jatuhnya helikopter ini terjadi pada hari yang sama ketika pasukan koalisi mencegat serangkaian serangan udara dari milisi Houthi. Sebelumnya pada Minggu (18/10/2026), sistem pertahanan udara koalisi mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan ke arah kota Khamis Mushayt di barat daya Arab Saudi. Selain itu, pasukan koalisi juga berhasil merontokkan satu unit drone yang diarahkan ke wilayah Riyadh.
Sesaat sebelum pengumuman pencegatan dirilis, otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi sempat mengirimkan pesan peringatan ancaman bahaya ke ponsel warga di kawasan Riyadh, Khamis Mushayt, dan Abha. Penduduk diimbau untuk tetap berada di dalam ruangan dan menjauhi area jendela selama ancaman berlangsung. Pihak berwenang setempat kemudian mengumumkan secara resmi bahwa situasi bahaya telah berlalu.
Pencegatan proyektil ini melanjutkan rentetan serangan serupa pada Sabtu (17/10/2026), ketika koalisi menembak jatuh empat drone di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, dan bagian selatan Saudi. Seperti dilansir TRT World, pihak koalisi pada hari yang sama juga menghancurkan dua peluncur rudal balistik di Governorat Saada, Yaman utara.
3. Eskalasi konflik Yaman kembali memanas sejak Juli

ilustrasi operasi militer (pexels.com/Pixabay) Ketegangan militer ini menandai eskalasi tajam dalam konflik Yaman yang kembali meletus pada Juli lalu menyusul runtuhnya gencatan senjata rapuh selama empat tahun. Pertempuran di kawasan kian meningkat setelah kelompok Houthi yang disokong Iran merebut wilayah strategis di sepanjang pesisir Laut Merah pada bulan lalu. Sejak saat itu, koalisi pimpinan Saudi berulang kali melancarkan serangan udara terhadap posisi militer dan infrastruktur Houthi di Yaman.
Sementara itu, kelompok Houthi melancarkan serangan berupa drone dan rudal ke berbagai sasaran. Serangan tersebut diarahkan ke kapal-kapal di Laut Merah, fasilitas minyak Arab Saudi, serta bandara internasional Riyadh. Pada pekan lalu, sebuah serangan milisi Houthi yang menghantam bandara internasional di Riyadh menewaskan 13 orang.





















