Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Bantah Program Senjata Nuklir, Dubes Singgung Fatwa Khamenei

Iran Bantah Program Senjata Nuklir, Dubes Singgung Fatwa Khamenei
Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
  • Kedutaan Besar Iran di Jakarta menggelar doa bersama dan penandatanganan petisi sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat serta warga sipil Iran.
  • Duta Besar Mohammad Boroujerdi menegaskan Iran tidak memiliki program senjata nuklir, mengutip fatwa Ayatullah Khamenei yang menyatakan penggunaan senjata nuklir haram secara agama.
  • Acara dihadiri masyarakat yang menyampaikan belasungkawa, menandatangani petisi solidaritas, serta mengecam agresi terhadap Iran sambil menyerukan kemenangan dalam perang narasi dan dukungan bagi tentara Islam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan tuduhan bahwa Iran tengah membangun senjata nuklir tidak berdasar. Tuduhan tersebut disodorkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel sebagai alasan melancarkan serangan kepada Iran.

Menurutnya, tudingan tersebut tidak berdasar karena senjata nuklir bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan pemimpin agung Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

“Ini terjadi pada saat Beliau (Khamenei) telah memiliki fatwa bahwa berbagai produk penyimpanan, produksi, maupun penggunaan senjata nuklir haram fatwanya,” kata dia dalam acara doa bersama dan penandatanganan petisi yang digelar Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Kediaman Duta Besar Iran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Acara ini digelar sebagai respons atas agresi yang AS dan Israel pada Republik Islam Iran, yang diklaim menewaskan sejumlah pejabat tinggi serta warga sipil, termasuk Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

“Amerika Serikat yang pembunuh, rezim Zionis Israel, membunuh seorang Pemimpin Agung di mana pemimpin ini selalu berupaya untuk menyebarluaskan perdamaian dan stabilitas,” katanya.

1. Dubes Iran kenang Khamenei sebagai pemimpin yang memikirkan persatuan umat muslim

Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam sambutannya, Boroujerdi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. Dia menyebut Khamenei adalah tokoh pemimpin yang sepanjang hidupnya memikirkan persatuan umat muslim.

“Pada hari ini kita sedang berduka. Duka terhadap seorang Pemimpin Agung yang telah menyumbangkan hidupnya, lebih dari 86 tahun, untuk urusan negara,” ujarnya.

2. Khamenei dikenal tak pernah berkompromi dengan musuh

Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Boroujerdi menggambarkan Pemimpin Agung Iran sebagai figur yang tidak pernah berkompromi dengan musuh dan konsisten melawan kekerasan.

“Hari ini kita sedang berduka terhadap kehilangan seorang Pemimpin Agung yang tidak pernah kompromi dengan pihak musuh. Yang selalu melawan berbagai hegemoni kekerasan dan genosida,” ujarnya.

3. Optimistis Iran akan memenangkan pertempuran

Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengklaim serangan juga menyasar warga sipil, termasuk sekolah dasar perempuan di Minab. “Di mana atas serangan tersebut lebih dari 165 anak-anak yang kehilangan nyawanya dan mencapai derajat kesyahidan,” ujarnya.

Boroujerdi pun yakin Iran akan memenangkan pertempuran, baik di medan perang maupun dalam narasi.

“Kami pasti akan menang di medan perang. Di lapangan kami pasti akan menang. Tetapi perang ini memiliki dimensi yang lain juga, yaitu dimensi perang narasi,” kata dia.

Dia mengajak masyarakat untuk menyuarakan apa yang disebutnya sebagai kebenaran.

"Yang pertama, mendoakan kemenangan dari tentara Islam melawan pihak musuh. Dan yang kedua adalah menyuarakan kebenaran dan memenangkan perang narasi melalui berbagai media sosial dan media yang Anda miliki,” ujar Boroujerdi.

4. Masyarakat datang memberikan tanda tangan dan dukungan

Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)
Kedutaan Iran di Jakarta gelar doa bersama dan penandatanganan petisi solidaritas atas eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Acara tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat yang menyampaikan belasungkawa dan menandatangani petisi solidaritas. Terlihat masyarakat berlalu lalang memberikan tanda tangan mereka untuk mengisi petisi terkait dukungan mereka lewat banner besar berisi prnyataan simpati dan belasungkawa.

Teks tersebut juga mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel yang disebut menewaskan warga Iran, termasuk anak-anak. Di bagian bawah banner, para peserta menuliskan tanda tangan serta pesan dukungan dan solidaritas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More