Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Savia, Sinden Cilik Disabilitas Nyinden di HUT ke-81 RI Istana

Cerita Savia, Sinden Cilik Disabilitas Nyinden di HUT ke-81 RI Istana
Savia, sinden cilik yang tampil di HUT ke-81 RI Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (IDN Times/M. Ilman Nafian)
  • Savia Aulia Rahmawati, sinden cilik disabilitas asal Ciledug, tampil berkebaya putih di HUT ke-81 RI di Istana Merdeka di hadapan Presiden Prabowo dan tamu undangan.
  • Kesempatan tampil diperoleh melalui komunikasi dengan EO Istana; Savia berlatih sekitar sepekan serta menjaga pola makan dan istirahat demi kondisi prima.
  • Savia menekuni persindenan selama dua tahun setelah didorong almarhum Ki Warseno Slank, dan membawa pesan bahwa penyandang disabilitas dapat berkarya tanpa batas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mengenakan kebaya putih, Savia Aulia Rahmawati tampil memukau di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Suara merdunya sebagai sinden cilik mengalun dalam suasana perayaan kemerdekaan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Savia merupakan remaja asal Ciledug, Tangerang, Banten. Desember 2026 mendatang, usianya genap 15 tahun. Meski berasal dari Tangerang, ia memiliki garis keluarga dari sejumlah daerah di Jawa, seperti Bantul dan Sleman di Yogyakarta serta Wonogiri.

Kesempatan tampil dalam peringatan HUT ke-81 RI di Istana datang secara tidak terduga bagi Savia. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti awal mula ia mendapat undangan Istana. Namun, komunikasi terkait penampilannya dilakukan melalui pihak event organizer (EO) yang bekerja untuk Istana.

“Kurang tahu kalau asal mulanya bagaimana, tapi saya dihubungi lewat EO dari istana langsung," ujar Savia, yang duduk di kursi roda.

Bagi Savia, kesempatan tampil di Istana menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Ia merasa bahagia sekaligus bangga, karena dapat mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan RI. Lebih dari sekadar tampil di hadapan tamu undangan, Savia ingin membawa semangat bagi penyandang disabilitas lainnya.

“Alhamdulillah seneng banget dan pastinya bangga, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena saya sebagai penyandang disabilitas bisa mewakili saudara-saudara saya yang disabilitas di luar sana untuk membuktikan bahwa disabilitas juga bisa berkarya tanpa batas," ucap dia.

Untuk mempersiapkan penampilannya, Savia menjaga kondisi tubuh selama masa latihan. Ia mengatur pola makan dan mengurangi konsumsi minuman dingin. Waktu istirahat juga diperhatikan agar kondisi fisiknya tetap prima saat tampil.

“Persiapan hanya pola makannya dijaga, mengurangi es dan lain-lain, dan pola tidur juga dijaga," kata Savia.

Latihan untuk penampilan tersebut dilakukan selama sekitar satu pekan. Waktu yang singkat itu dimanfaatkan Savia untuk mematangkan persiapan sebelum tampil di hadapan para tamu dalam peringatan HUT ke-81 RI.

“Kurang lebih seminggu, semingguan," ujar Savia.

Kecintaan Savia terhadap dunia tarik suara sebenarnya sudah tumbuh sejak kecil. Namun, pada masa belia, bernyanyi hanya menjadi kegiatan yang dilakukan untuk bersenang-senang. Ketertarikannya terhadap dunia persindenan baru muncul sekitar dua tahun terakhir.

“Kalau bernyanyi saya dari kecil, namun untuk saya mendalami dunia persindenan itu baru dua tahun terakhir," ucap dia.

Perjalanan Savia mendalami persindenan juga tidak lepas dari sosok almarhum dalang Ki Warseno Slank. Savia mengenalnya dengan panggilan Babe. Kesempatan menyumbangkan lagu di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menjadi salah satu titik mula yang mendorongnya semakin serius menekuni dunia sinden.

“Karena pertama saya nyumbang lagu di Lenteng Agung, itu saya diberi kesempatan untuk nyumbang lagu oleh almarhum dalang Ki Warseno Slank atau yang biasa saya panggil Babe, itu menyemangati saya dan sangat memotivasi saya sehingga saya serius untuk mendalami dunia persindenan," kata dia.

Saat tampil, Savia mengaku Presiden Prabowo sempat memberikan dua jempol untuknya.

Penampilan Savia dengan kebaya putih dan kursi roda, menjadi salah satu momen dalam perayaan HUT ke-81 RI. Lewat suara merdunya, ia menunjukkan kemampuan berkesenian sekaligus membawa pesan tentang kesempatan berkarya yang terbuka bagi setiap orang.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More