Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gaet Suara Anak Muda, PKS Rekrut Gamal Albinsaid Jadi Kader

Gaet Suara Anak Muda, PKS Rekrut Gamal Albinsaid Jadi Kader
IDN Times/Irfan Fathurohman
Share Article

Jakarta, IDN Times - Aktivis Sosiopreneur sekaligus tokoh pemuda nasional, Gamal Albinsaid akhirnya resmi menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tak sekadar menjadi anggota partai, dia langsung didapuk sebagai Ketua bidang Kepemudaan kepengurusan PKS 2020-2025 dalam rangka mempersiapkan Pemilihan Umum 2024.

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan, pengurus DPP PKS berkhidmat untuk memberikan porsi bagi lahirnya anak-anak muda potensial yang siap menjadi pemimpin, baik pemimpin di internal partai maupun pemimpin di masyarakat Indonesia.

“Itulah sebabnya saya memberikan kepercayaan pada saudara Gamal Albinsaid. Inilah tokoh muda berprestasi yang di tingkat nasional dan internasional, yang insya Allah akan mengomandani bidang kepemudaan PKS. Sehingga insya Allah PKS akan lebih dekat dengan kalangan millennial," kata Syaikhu lewat keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020).

Lalu apa alasan Gamal menerima pinangan PKS?

  1. 1. Masuk PKS untuk mengabdi pada negeri

    Ketua Bidang Kepemudaan PKS Gamal Albinsaid (Dok. PKS)
    Ketua Bidang Kepemudaan PKS Gamal Albinsaid (Dok. PKS)

    Gamal menyatakan alasan dirinya berkenan menjadi Ketua DPP PKS. Gamal menyebut dirinya adalah anak muda dari daerah, namun PKS berani memberikan perhatian, kesempatan dan kepercayaan.

    "Jadi saya ingin berpesan kepada generasi pemuda di negeri ini. Tidak peduli usia kita, siapapun yang punya ide dan gagasan, mereka punya tempat untuk mengabdi di negeri ini," ujar Gamal.

  2. 2. PKS memberi peluang untuk Gamal berpolitik

    Instagram.com/gamalalbinsaid
    Instagram.com/gamalalbinsaid

    Gamal menyebut dirinya melihat budaya partai politik memiliki kelebihan dan kekurangan. Gamal mengapresiasi PKS menerapkan budaya merit sistem yang memberikan penghargaan lebih kepada orang-orang berprestasi.

    "Jadi PKS ingin memberikan pesan kepada generasi muda Indonesia. Partai ini memberikan keadilan peluang. Partai ini memberikan kesempatan yang sungguh-sungguh dan berkomitmen," tutur pria berusia 31 tahun itu.

  3. 3. PKS tidak menjadikan millennial sebagai objek

    Instagram.com/gamalalbinsaid
    Instagram.com/gamalalbinsaid

    Sebelum menerima amanah sebagai Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan, ia mengaku berdiskusi dengan Pimpinan PKS. Ia sepakat, bahwa anak muda tidak boleh dijadikan objek politik, tapi sebagai pelaku yang bersinergi dengan partai politik membuat program untuk menjawab persoalan anak-anak muda.

    "Konsepnya adalah PKS tidak menjadikan millennials sebagai objek, tidak melihatnya sebagai mangsa politik. Tidak melihatnya sebagai target politik. Tapi kita melihatnya sebagai subjek politik. Sehingga basis berpikir itu akan membuat kita punya orientasi untuk memberikan sesuatu yang mereka butuhkan," bebernya.

    Gamal pun mengungkapkan beberapa data soal kebutuhan dan persoalan anak-anak muda Indonesia. Ia menyebut hanya 2,7 persen anak muda yang suka politik. Kemudian hanya 11 persen yang mau bergabung dengan partai politik.

    "Lalu apa yang mereka butuhkan? 69,1 persen mereka menyatakan mereka suka wirausaha. Sebanyak 20,5 persen mengatakan butuh lapangan kerja," sebut Gamal.

    Oleh karena itu, dia ingin partai politik tidak boleh mendekati millennials dengan gaya berpakaian, gaya bermedia sosial, atau narasi politik.

    "Tapi benar-benar menghasilkan sebuah program yang menyelesaikan masalah dari generasi millennials. Saya yakin Indonesia sedang memasuki sebuah era baru di mana nilai penghormatan bukan diberikan lagi kepada orang-orang yang memiliki kebebasan finansial, tapi kepada mereka anak muda yang memiliki ide, gagasan dan kepedulian," cetusnya.

  4. 4. Berikut susunan lengkap pengurus DPP PKS

    Instagram.com/gamalalbinsaid
    Instagram.com/gamalalbinsaid

    Susunan lengkap pengurus DPP PKS yang diumumkan pada Munas V PKS tersebut berdasarkan Surat Keputusan DPP PKS Nomor 001/SKEP/DPP/PKS/2020 tanggal 22 Oktober 2020, di antaranya adalah sebagai berikut:

    Presiden: Ahmad Syaikhu
    Sekretaris Jenderal: Habib Aboe Bakar Alhabsyi
    Wakil Sekjen Organisasi, Kinerja Administrasi, dan Sistem Informasi Pusat Data: Muhammad Arfian
    Wakil Sekjen Personalia dan Kerumahtanggaan: Ayon Prasetyawan
    Wakil Sekjen Hukum dan Advokasi: Zainuddin Paru
    Wakil Sekjen Program dan Isu Strategis: Iie Sumirat Sundana
    Wakil Sekjen Hubungan Antarlembaga: M. Rozaq Ashari
    Wakil Sekjen Protokoler dan Pengamanan Pimpinan: Sugeng Susilo
    Wakil Sekjen Perencanaan dan Pengkajian: Haryo Setyoko
    Wakil Sekjen Umum: T Farida Rahmayanti
    Wakil Sekjen Komunikasi Publik: Ahmad Fathul Bari

    Bendahara Umum: Mahfudz Abdurrahman
    Wakil Bendahara I: Deni Tresnahadi
    Wakil Bendahara II: Hero EA Putra
    Wakil Bendahara 3: Unggul Wibawa

    Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri: Sukamta
    Ketua Badan Pembinaan dan Pengembangan: Bukhori Yusuf
    Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah: Zulkieflimansyah
    Ketua Bidang Pembinaan Kader: Muhammad Said
    Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Desa: Syahrul Aidi Maazat
    Ketua Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi dan Kader: Rofik Hananto
    Ketua Bidang Kepemudaan: Gamal Albinsaid
    Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga: Kurniasih Mufidayati
    Ketua Bidang Hubungan Masyarakat: Ahmad Mabruri Mei Akbari
    Ketua Bidang Seni dan Budaya: Ecky Awal Mucharam
    Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan: AlMuzammil Yusuf
    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada: Sigit Sosiantomo
    Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial: Netty Prasetiyani
    Ketua Bidang Pembangunan Keumatan dan Dakwah: Ali Akhmadi
    Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan: Anis Byarwati
    Ketua Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Hidup: Mardani Ali Sera
    Ketua Bidang Ketenagakerjaan: M. Martri Agoeng
    Ketua Bidang Tani dan Nelayan: Riyono
    Ketua Bidang Kepanduan: Yoyok Switohandoyo
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut): Hendry Munief
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel): Ahmad Junaidi Auly
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar): Achmad Ru’yat
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Jawa tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta (Jatijaya): Abdul Fikri
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Balinusra): Johan Rosihan
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Kalimantan: Alifudin
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Sulawesi: Suryadarma
    Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Indonesia Timur (Intim): Muhammad Kasuba

    Ketua Komisi Konstitusi dan Legislasi: T.B. Soemandjaja Rukmandis
    Ketua Komisi Organisasi dan Wilayah: Hermanto
    Ketua Komisi Kebijakan Publik: Memed Setiawan
    Ketua Komisi Kajian Strategis: Abdul Kharis Almasyhari
    Ketua Komisi Ideologi: Musoli
    Ketua Komisi Ketahanan Keluarga: Wirianingsih
    Ketua Komisi Penegakan Disiplin Syari, Organisasi, dan Etik: Abdul Muiz Saadih
    Ketua Komisi Kajian dan Bayan: Abdulloh Khaidir
    Ketua Komisi Bina Keluarga Sakinah: Muslih Abdul Karim
    Ketua Komisi Bina Struktur dan SDM: Iman Santoso
    Ketua Komisi Keumatan: Zufar Bawazir
    Ketua Fraksi MPR RI: Tifatul Sembiring
    Ketua Fraksi DPR RI: Jazuli Juwaini

  5. 5. Gamal dulu pendukung Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

    ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
    ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Gamal Albinsaid sebelumnya merupakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

    Pada Pilkada 2020, nama Gamal sempat muncul di bursa Pilkada Surabaya. Ia meminta rekomendasi Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

    Namun sayang, hasilnya nihil dan membuatnya urung maju di Pilkada 2020.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More