Guru Besar UI: Perawatan Satu Pasien COVID-19 Rata-rata Rp184 Juta

Jakarta, IDN Times - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany menyampaikan rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien COVID-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.
"Biaya perawatan penyakit itu mahal, bahkan survei di 9 Provinsi di Indonesia menemukan biaya tertinggi mencapai Rp446 juta," ujar Hasbullah dalam siaran tertulis, Jumat (20/11/2020).
1. Perawatan pasien COVID-19 masih menjadi tanggungan negara

Hasbullah mengatakan COVID-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien COVID-19 masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya.
Pengeluaran negara mencapai Rp800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemik COVID-19.
“Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular COVID-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100 ribu, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah," terangnya.
"Lebih baik kita mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan Rp1,5 juta. Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja," tegas Hasbullah.
2. Penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah

Hasbullah menekankan bahwa penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat.
Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus COVID-19 pun juga menurun.
“Oleh karena itu, jangan gampang menyalahkan Tuhan kalau kita sakit. Tuhan tidak akan memberikan seseorang musibah ataupun pahala dan rezeki tanpa melihat sejauh apa usahanya. Jadi COVID-19 ini sebenarnya penyakit yang bisa dicegah, melalui penerapan disiplin 3M. Apalagi kita tahu bahwa setelah sakit, kita tidak bisa bekerja," ujarnya.
3. Vaksin lebih menguntungkan semua pihak

Terkait Vaksin COVID-19 yang sedang dipersiapkan, Hasbullah menyatakan, jika sudah divaksin sudah pasti lebih jauh lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati.
"Dengan divaksin ini menguntungkan kita semua, kita menjadi tidak terkena virus dan kita tidak menularkan virus kepada orang lain, ini adalah amal karena mencegah orang lain jadi tidak kena musibah dari virus," ucapnya.
4. Tetap jaga protokol kesehatan

Juru Bicara Satgas COVID-19 Reisa Broto Asmoro menambahkan ada cara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dengan vaksin dan sambil menunggu vaksin yang aman dan efektif.
"Kta jaga kondisi tubuh kita, agar tetap sehat, disiplin menerapkan 3M yang dipraktikkan sebagai satu kesatuan sangat membantu meringankan beban kita dalam kondisi serba sulit di masa pandemi COVID-19," ucap Reisa.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times


















