KSAD Terima Jenderal Australia, Bahas Penguatan Kerja Sama Militer

- KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita menerima KSAD Australia Letjen Susan May Coyle di Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama militer dan pertahanan kedua angkatan darat.
- Kerja sama TNI AD dan Angkatan Darat Australia meliputi latihan bersama, pendidikan, pelatihan, pertukaran personel, serta peningkatan kapasitas guna memperkuat kepercayaan dan interoperabilitas.
- Latihan Keris Woomera 26 pada Oktober 2026 melibatkan lebih dari 2.200 personel Indonesia-Australia di Jawa Timur dan Laut Bali, mencakup domain maritim, darat, udara, serta siber.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pada Senin (2/11/2026) menerima kunjungan kehormatan dari Chief of Australian Army atau KSAD Australia, Letnan Jenderal Susan May Coyle di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama militer antara TNI AD dan Angkatan Darat Australia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, kunjungan Coyle diawali dengan upacara penghormatan militer sebagai bentuk penghormatan TNI AD kepada pimpinan Angkatan Darat Australia. Lalu, dilanjutkan dengan pertemuan courtesy call di ruang tamu KSAD.
Jenderal bintang satu itu menjelaskan, kedua pimpinan AD tersebut membahas tentang pengembangan hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan, termasuk berbagai peluang untuk memperkuat hubungan antarkedua AD.
"Kerja sama antara TNI AD dan AD Australia selama ini mencakup latihan bersama, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme prajurit," ungkap Donny di dalam keterangan pada hari ini.
Kegiatan tersebut mendukung peningkatan saling pengertian, kepercayaan dan interoperabilitas kedua institusi.
1. Kunjungan jenderal AD Australia merupakan kemitraan yang strategis

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita (pakai baret hijau) ketika menerima kunjungan KSAD Australia Letjen Susan May Cole di Mabes TNI AD. (Dokumentasi TNI AD) Lebih lanjut, kata Donny, komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemitraan kedua Angkatan Darat di tengah dinamika lingkungan yang strategis dan semakin kompleks.
"Kunjungan ini menegaskan komitmen TNI AD dan Angkatan Darat Australia untuk menjaga hubungan persahabatan dan kemitraan strategis keduanya. Selain itu, militer kedua negara terus menjajaki peluang peningkatan kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang," tutur dia.
2. RI-Australia baru menggelar latihan gabungan Keris Woomera

Aksi live-fire gabungan TNI dan Australian Defense Force (ADF) dalam Keris Woomera di Baluran, Situbondo, Jawa Timur. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Sementara, pada pertengahan Oktober lalu, Indonesia dan Australia baru melakukan latihan gabungan kedua militer dengan nama Keris Woomera. Latihan gabungan itu berlangsung pada 10 Oktober hingga 20 Oktober 2026.
Latihan ini menandai sejumlah pencapaian perdana bagi Angkatan Darat Australia (ADF), termasuk pengerahan dan penembakan High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) di luar negeri untuk pertama kalinya. Selain itu, ada pula pengerahan pesawat Skuadron RAAF No. 4 ke Asia Tenggara untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II. Ada pula pelatihan integrasi siber bersama Indonesia yang juga baru kali pertama dilakukan oleh Negeri Kanguru.
Latihan Keris Woomera 26 melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan lebih dari 1.200 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam latihan kompleks yang mencakup domain maritim, darat, udara, dan siber. Latihan tahun ini juga menyertakan pengamat dari Angkatan Pertahanan Jepang.
Latihan gabungan itu berlangsung selama sembilan hari di Jawa Timur, Laut Bali dan wilayah perairan sekitarnya. Kegiatan ini memperkuat interoperabilitas kedua negara serta meningkatkan kemampuan mereka untuk bersama-sama menghadapi tantangan keamanan kawasan yang menjadi kepentingan bersama.
Commander Joint Operations ADF, Vice Admiral Justin Jones AO, CSC, RAN, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan latihan tersebut menunjukkan kuatnya hubungan pertahanan yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia.
"Latihan Keris Woomera 26 telah memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi Australia dan Indonesia untuk berlatih bersama dalam lingkungan yang realistis dan menantang," ujar Vice Admiral Jones di dalam keterangan tertulis.
3. Letjen Susan May Coyle jadi pimpinan AD perempuan pertama di Australia

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita (pakai baret hijau) ketika menerima kunjungan KSAD Australia Letjen Susan May Coyle di Mabes TNI AD. (Dokumentasi TNI AD) Sosok Letjen Susan May Coyle juga istimewa. Hal itu karena ia menjadi perempuan pertama dalam 125 tahun yang memimpin Angkatan Darat Australia. Penunjukkan Coyle merupakan bagian dari perombakan kepemimpinan di dunia militer Negeri Kanguru.
Mengutip keterangan resmi dari situs ADF, Coyle mulai mengisi posisi sebagai KSAD sejak Juli 2026 lalu. Karier Coyle di dunia militer telah berlangsung selama empat dekade. Dalam periode itu, ia telah memegang beberapa peran komando senior, termasuk selama operasi di Afghanistan dan Timur Tengah.
Penunjukannya datang saat militer Australia berusaha meningkatkan jumlah perwira wanita di jajaran mereka. Pemerintahan Australia tengah menghadapi gelombang tuduhan pelecehan seksual dan diskriminasi sistemik.
"Mulai bulan Juli, kita akan memiliki kepala angkatan bersenjata wanita pertama dalam sejarah 125 tahun Angkatan Bersenjata Australia," ungkap Perdana Menteri Anthony Albanese dalam sebuah pernyataan yang dikutip stasiun berita Al-Jazeera pada Senin (2/11/2026).





















