- Tahap I dilakukan pada akhir semester II, berupa Praktik Pengenalan Lapangan (PPL.)
- Tahap II dilakukan pada akhir semester IV, berupa Praktik Kerja Lapangan (PKL).
- Tahap III dilakukan pada akhir semester VI, berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Mau Jadi Pegawai Imigrasi? Sekolah di Poltekim, Lulus Langsung Kerja

Jakarta, IDN Times – Politeknik Imigrasi atau biasa disebut sebagai Poltekim adalah sebuah lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berada di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM.
Sebagai lembaga pendidikan, Poltekim menyelenggarakan pendidikan profesional kedinasan, yang diarahkan pada penerapan keahlian serta ilmu pengetahuan di bidang keimigrasian.
Bagi kamu yang tertarik menjadi petugas imigrasi Republik Indonesia dan berminat mendaftar ke Poltekim, berikut beberapa fakta yang perlu kamu ketahui:
1. Sistem pendidikan di Politeknik Imigrasi

Dilansir poltekim.ac.id, Politeknik Imigrasi atau Poltekim memiliki tiga program studi yaitu Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, dan Manajemen Imigrasi. Selain itu, lulusan Poltekim juga akan mendapat strata kelulusan sebagai Diploma IV.
Untuk menempuh pendidikan di Poltekim, para siswa atau yang disebut dengan calon taruna akan dihadapkan dengan rangkaian kegiatan.
Berlangsung selama 30 hari, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan agar para calon taruna dapat terlatih untuk pembentukan dasar mental, fisik, serta kedisiplinan.
Pola pendidikan yang diterapkan di Poltekim sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia Nomor: M.08-DL.01-05 Tahun 2000 tentang Panduan Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan pada Akademi Imigrasi.
Pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan tersebut memiliki bobot masing-masing sebanyak 50 persen, 20 persen, dan 30 persen.
2. Taruna yang telah lulus dan akan diwisuda diperkenankan menjadi pejabat Imigrasi

Pola pendidikan berupa pengajaran di Poltekim sejatinya sama dengan kegiatan belajar di lembaga pendidikan lainnya, yakni dengan belajar di dalam kelas berupa kuliah, ceramah, maupun instruksi.
Proses pembelajaran tersebut dilakukan agar para calon taruna dapat memperoleh, memperluas serta memperdalam pengetahuan akademiknya. Memiliki bobot nilai sebesar 50 persen, pengajaran fokus pada kecerdasan dan kemampuan intelektual masing-masing calon taruna.
Selama mengikuti proses pengajaran, calon taruna akan mendapat Mata Kuliah Dasar Umum; Mata Kuliah Dasar Khusus; Mata Kuliah Keahlian; dan Mata Kuliah Keterampilan ilmu hukum, sosial, dan keimigrasian.
Tak hanya pembelajaran individu, calon taruna di Poltekim juga dilatih agar meningkatkan kerja sama dengan kelompok agar dapat meningkatkan serta menambah pengetahuan.
Pendidikan di bidang pengajaran akan diakhiri dengan sidang karya tulis akhir sebagai syarat kelulusan. Di sini, para taruna berkewajiban untuk memaparkan hasil tulisan yang telah dibuat dan mempertahankan pendapatnya di hadapan tim dosen penguji.
Taruna yang telah lulus ujian sidang karya tulis akan diwisuda, diperkenankan untuk menjadi pejabat Imigrasi.
3. Praktik lapangan sesuai ketentuan Poltekim

Calon taruna di Poltekim juga akan mendapatkan praktik lapangan setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa instansi seperti kantor imigrasi maupun tempat pemeriksaan imigrasi.
Setidaknya ada tiga tahap dalam praktik lapangan sesuai ketentuan Poltekim, yakni
Adanya praktik lapangan ini merupakan cara Poltekim untuk memberikan kesempatan pada calon tarunanya untuk mengenal dunia pekerjaan secara langsung dan belajar dari ahlinya.
4. Pelatihan calon taruna di Poltekim, mulai dari bahasa hingga bela diri

Selain pengajaran, ada juga pola pendidikan selanjutnya yakni pelatihan yang memiliki bobot nilai sebesar 20 persen yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme serta keterampilan para calon taruna.
Calon taruna Poltekim yang nantinya akan menjadi petugas imigrasi dan menjaga negara dari ‘gerbang awal’ diberikan berbagai pelatihan yang akan menunjang ketika sudah bekerja nanti.
Di antara pelatihan-pelatihan tersebut ialah pelatihan bahasa asing (bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Belanda), pelatihan teknologi informasi dan komputer, pelatihan bela diri (karakte dan taekwondo), pelatihan kekuatan fisik (senam, voli, dan tennis) serta pelatihan lainnya.
5. Membentuk kepribadian dengan pola pendidikan pengasuhan

Pola pendidikan Poltekim yang terakhir ialah pengasuhan yang memiliki bobot nilai sebesar 30 persen yang bertujuan untuk menanamkan, memantapkan, dan mengamalkan nilai-nilai budaya bangsa.
Pengasuhan dilaksanakan sebagai cara Poltekim membentuk kepribadian para calon taruna agar memiliki rasa bertanggung jawab, kerja sama, disiplin, percaya diri, dan mengendalikan diri.
Demi tercapainya tujuan tersebut, para calon taruna diberikan pembinaan mental ideologi, pembinaan watak, pembinaan jiwa korsa, pembinaan fisik, serta pembinaan rohani.
Untuk dapat melatih sikap-sikap tersebut, para calon taruna dapat mengikuti beberapa organisasi di antaranya:
- Badan Perwakilan Taruna (BPT) yang menampung aspirasi taruna.
- Senat Taruna yang melaksanakan berbagai kegiatan internal dan eksternal untuk menyalurkan ide kreatifitas taruna.
- Pasukan Khusus Taruna yang melakukan berbagai kegiatan seremonial seperti pasukan pengibar bendera, pasukan pedang pora, pasukan pengusung jenazah, dan lainnya.
6. Sarana dan prasarana di Poltekim

Poltekim berlokasi di Kampus Pengayoman, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM RI. Tepatnya di Jalan Raya Gandul No. 4 Cinere, Depok, Jawa Barat.
Calon taruna yang sedang menempuh pendidikan di Poltekim akan disambut dengan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, seperti gym, lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli, lapangan tenis, serta laboratorium bahasa Inggris dan komputer.
Selain itu, para calon taruna juga akan diberikan fasilitas tinggal yakni asrama, perlengkapan dan atribut taruna, hingga uang saku yang akan diperoleh setiap bulan.


















