Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rappler Jelajah Indonesia 2018: Menyingkap Surga Tersembunyi di Pantai Menganti

Rappler Jelajah Indonesia 2018: Menyingkap Surga Tersembunyi di Pantai Menganti
LAUT LEPAS. Pemandangan laut lepas dari bibir tebing Bukit Sigatel Menganti. Foto oleh Irma Mufikah/Rappler

Oleh Irma Mufikah

Tahun ini, Rappler Indonesia memulai travel project yang akan menyuguhkan rekomendasi tepat wisata yang tak biasa dan belum banyak dikenal khalayak ramai di seluruh penjuru Nusantara. Kami akan menyuguhkan satu lokasi berbeda setiap bulannya

KEBUMEN, Indonesia —Pantai Menganti di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen Jawa Tengah jadi destinasi favorit di antara deretan objek wisata pantai selatan Kebumen. Objek wisata ini bukan hanya memanjakan wisatawan dengan pemandangan laut lepas, namun juga perbukitan hijau yang menjorok ke pantai. Iya, destinasi ini berhasil mengawinkan pesona alam samudera dengan view pegunungan.

Pengunjung akan merasakan sensasi beda saat mulai memasuki Kecamatan Buayan menuju Kecamatan Ayah. Meski sudah dekat dengan pantai, jangan harap bisa langsung memandang lautan lepas karena terhalang perbukitan. 

Untuk mengakses pantai, pengunjung harus menaklukkan jalan penuh tanjakan dan kelokan tajam membelah perbukitan. Sesampai di jalan raya pada salah satu puncak perbukitan, Desa Karangduwur, keajaiban mulai tersingkap. Mata pengunjung akan dimanjakan dengan hamparan Samudera Hindia yang membiru di bawah sana. Dari puncak itu, rute yang tersisa tinggal turunan curam melalui gerbang loket wisata Pantai Menganti. 

Menganti, konon berasal dari kata menanti. Tempat itu selalu jadi tempat penantian dari masa ke masa, mulai kisah seorang panglima perang Kerajaan Majapahit yang berkencan dan menanti kekasihnya di pantai ini, sampai legenda Syeikh Maulama yang menanti teman berlabuh di Goa Menganti. 

"Sampai sekarang Menganti jadi tempat untuk menanti, saya biasa janjian dengan teman untuk bertemu di sini,"kata Sarjino, seorang pengunjung pantai. 

How to get there

Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur Kecamatan Ayah Kebumen, sekitar 40 kilometer ke arah selatan dari Kota Kebumen atau sekitar satu jam perjalanan. Dari Kebumen, pengunjung bisa mengambil rute selatan malalui Kebumen-Petanahan-Puring-Karangbolong-Menganti. 

Pengunjung juga bisa mengambil rute Kebumen-Gombong, lalu mengikuti jaluf ke arah Jatijajar Ayah. Perjalanan dari Gombong ke Menganti sekitar 29 kilometer atau 50 menit perjalanan. 

Namun hanya kendaraan roda dua dan minibus yang bisa menjangkau rute sampai Pantai Menganti, Dess Karangduwur Ayah. Kendaraan besar atau bus pariwisata dapat berhenti di Pantai Logending atau Ayah, lalu wisatawan bisa naik angkutan umum yang tersedia menuju Pantai Menganti. 

Default Image IDN
Default Image IDN

Jika traveler ingin naik angkutan umum, dari arah mana saja bisa turun di stasiun Ijo Gombong, lalu lanjut naik angkutan bus 3/4 ke arah Jatijajar Kecamatan Ayah. Namun angkutan umum jenis itu pun tidak bisa mengantarkan penumpang langsung ke Menganti. 

Berhenti di Pantai Logending, penumpang bisa turun lalu oper ke mobil angkutan umum menuju Menganti, atau menggunakan jasa ojek motor. Sementara wisatawan dari Yogyakarta bisa melalui rute selatan Daendels yang langsung ke arah Petanahan-Karangbolong- Menganti Ayah. 

Itinerary

Anda yang akan berkunjung ke Pantai Menganti perlu menyiapakan fisik dan kendaraan yang prima. Kontur jalan menuju pantai ini naik turun bukit disertai tikungan tajam. Pantai Menganti menawarkan pesona pantai sekaligus view perbukitan dalam satu komplek wisata. 

Saat mengunjungi pantai, terik pasti menyengat hingga tubuh terasa gerah. Karena itu, pengunjung direkomendasikan mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. Sebisa mungkin jangan mengenakan bawahan jeans. Kain jenis itu mudah menangkap pasir dan menjadi berat saat terbasahi air. Tidak perlu khawatir kehausan atau lapar usai beraktivitas di pantai. Kios penjaja makanan dan minuman yang berderet di tepi pantai buka setiap waktu. 

Namun wisatawan butuh persiapan beda jika ingin berpetualang ke objek lain di area wisata itu. Ada spot Jembatan yang hanya bisa dijangkau dengan menaiki bukit lebih dulu, sekitar 300 meter dari pantai pasir putih. 

Pengunjung bisa menumpang shuttle yang disediakan gratis menuju lokasi terdekat Jembatan Merah, serta sejumlah objek lain di perbukitan Menganti. Pengunjung harus menuruni anak tangga dari bukit menuju Jembatan Merah di bibir pantai.  

Beberapa objek saling terhubung di puncak bukit itu meliputi Tanjung Karangbata, puncak Bukit Sigatel, dan Menguneng, dengan jarak tempuh sekitar 100 meter antar lokasi. Tentu butuh fisik bugar karena jalan kaki di medan perbukitan jelas menguras tenaga. Bekal minuman perlu disiapkan karena tenggorokan bakal cepat kerontang terpapar terik.

Rekomendasi aktivitas liburan

Pantai Menganti layak dijuluki surga yang tersembunyi. Ada banyak objek menarik yang bisa dieksplorasi seharian. Pantai pasir putih dekat tebing Ketep Bidadari bisa menjadi pilihan pertama wisatawan sebelum merambah objek lain. Pengunjung bisa berjibaku dengan hamparan pasir putih, atau bermain ombak kecil di sela bebatuan karang. 

Jika tidak ingin berbasah-basah atau belepotan pasir, beberapa wahana menarik di tempat itu bisa jadi alternatif hiburan. Ada wahana balon udara berdiameter sekitar 3 meter di tebing Ketep Bidadari yang siap memacu adrenalin Anda. Pengunjung akan merasakan sensasi mengudara saat balon itu dinaikkan atau dikerek menggunakan mesin diesel hingga ketinggian 20 meter. 

Default Image IDN
Default Image IDN

Pengunjung juga bisa berkendara sepeda gantung di ketinggian 4 meter dengan lintasan sepanjang 40 meter. Wahana ini dibangun di atas hamparan pasir putih yang memukau. 

"Wahana ini dibuat untuk melengkapi destinasi yang ada. Jadi wisatawan bukan hanya menikmati pemandangan alam,"kata Ayi, pengelola wahana Balon Udara di tebing Ketep Bidadari.

Jika belum puas, pengunjung bisa meneruskan kunjungan ke spot lain yang dijamin tidak membosankan. Ada Jembatan Merah yang dibangun di atas bebatuan karang hitam. Deburan air ombak sesekali naik hingga membasahi jembatan. 

Default Image IDN
Default Image IDN

Dari Jembatan Merah, pengunjung bisa mendaki bukit Sigatel untuk menikmati view pantai dari atas ketinggian. Puluhan gubug beratap Rumbia di bibir tebing bisa jadi tempat berteduh, atau sekadar melepas penat sembari menikmati pemandangan laut lepas. Di puncak bukit Sigatel, bangunan mercusuar bercat putih setinggi 20 masih tampak gagah. Menara tua itu sempat difungsikan untuk membantu navigasi kapal laut. 

Lebih turun lagi, pengunjung bisa menikmati jejak gunung api purba di Tanjung Karangbata. Batuan gunung api berbentuk kekar kolom ini berbaris rapi memagari ombak yang menerjang ke arah perbukitan Menganti. Pantas saja, oleh ilmuwan Geologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Karangbata digadang sebagai Geowisata Gunung Api Purba yang layak dikonservasi. 

Puncak perbukitan Menganti yang menjorok ke pantai ini juga menjadi spot terbaik untuk menyaksikan kesempurnaan sunrise maupun sunset. Saat cahaya jingga memantul ke samudera, mata akan terbelalak karena keelokannya yang sempurna.  

Wisatawan yang ingin melihat momentum matahari terbit bisa juga menginap di area wisata. Ada homestay atau penginapan di dalam komplek wisata dengan tarif antara Rp 250 ribu hingga 350 ribu per malam. "Kami juga sediakan lokasi camping ground untuk pengunjung di atas perbukitan,"kata Sutaryo, pengelola objek wisata Pantai Menganti.

Wisata ini juga dilengkapi objek wisata religi. Ada goa Menganti di dasar bukit yang sering ini dikaitkan dengan legenda Nyi Ratu Kidul dan ulama Syeikh Maulana Maghribi. Di ruang goa seukuran rumah itu, terdapat petilasan Syeikh Maulana Maghribi yang sering diziarahi orang. Konon, goa di bibir pantai itu dulu menjadi tempat penantian Syeikh Maulana Maghribi sehingga dinamakan Goa Menganti. 

Rekomendasi kuliner

Pengunjung tidak perlu khawatir perut kosong saat berkunjung ke Menganti. Ada puluhan rumah makan yang menjajakan makanan khas pesisir di dalam komplek wisata. Menu andalan di warung-warung ini tentu saja olahan ikan hasil tangkapan nelayan di laut yang masih segar. 

Satu di antara warung makan di komplek wisata ini adalah Jino Seafood. Menu di rumah makan ini tak beda jauh dengan warung lainnya. Ada olahan ikan mulai dari Kakap hingga Ekor Kuning yang disajikan dalam bentuk bakar atau goreng.

Sarjino, pemilik warung itu mengatakan, harga makanan laut (seafood) di tempatnya berdasarkan timbangan. Per ons Kakap seharga sekitar Rp 13 ribu, sementara Ekor Kuning dibandrol harga Rp 9500 per ons. Untuk olahan udang, pelanggan harus merogoh kocek antara Rp 120 ribu untuk udang biasa sampai Rp 400 ribu per kilogram udang Tiger. 

Default Image IDN
Default Image IDN

Sementara olahan cumi seharga Rp 25 ribu untuk seperempat kilogram, serta kepiting Rp 12 ribu per ons. Warung ini juga menjual lobster seharga Rp 100 ribu sampai 1 juta perkilogram tergantung ukuran. 

Makanan laut itu bisa dipesan dalam bentuk bakar atau goreng dengan bumbu asam manis serta pedas saus tiram, hingga dibuat olahan sup. "Kami juga sediakan Shasimi, makanan laut yang dimakan mentah dan masih segar. Biasanya ada orang Jepang yang suka pesan,"katanya

Di warung-warung panggung yang dibangun di tepi pantai ini, pengunjung akan merasakan nuansa beda. Pelanggan bisa menikmati lezatnya hidangan seafood sambil menikmati view pantai dengan suara deburan ombaknya yang keras. 

Jika ingin sensasi kuliner lain, pengunjung juga dapat membeli ikan segar langsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di komplek wisata, lalu mengolah dan memanggangnya sendiri di area homestay, atau di area camping ground di bukit. 

Spot foto favorit

Seluruh objek andalan di komplek wisata Pantai Menganti pastinya instagramable. Di pantai pasir putih, pengunjung bisa berswafoto dengan latar laut dan buih ombak yang pecah. Hamparan pasir putih bertemu biru laut menghasilkan paduan warna yang eksotis untuk difoto. Momentum saat mengayuh sepeda gantung di atas hamparan pasir putih jangan sampai luput untuk diabadikan. 

Demikian halnya saat menumpang wahana balon udara. Anda akan terlihat mengudara di sisi tebing batu yang memutih. Apalagi penjaga wahana siap memfasilitasi pengambilan foto pengunjung saat mereka menumpang wahana. 

Spot foto lain yang tidak kalah menarik adalah Jembatan Merah. Jembatan letter T yang dibangun di atas bebatuan karang ini memang dibikin untuk memanjakan para penggila foto. Di atas jembatan ini, pengunjung bisa memuaskan hasrat berfoto dengan latar ombak yang terus menghantam karang. 

Default Image IDN
Default Image IDN

Kamera juga bisa diarahkan ke bebatuan karang di kanan kiri jembatan yang kokoh diterjang ombak. Terlebih tekstur dan warna gosong bebatuan ini unik karena merupakan sisa gunung api purba. 

Pengunjung juga dapat berfoto ria di puncak Bukit Sigatel. Hamparan Samudera Hindia yang terlihat lebih utuh dari ketinggian jadi backdrop alam yang menawan. Belum lagi, deretan perbukitan hijau yang memagari daratan akan jadi view menarik, untuk diabadikan dalam memori kamera Anda. 

Pemandangan di Tanjung Karangbata tak kalah favorit untuk spot foto. Terlebih bebatuan di pantai ini memiliki karakteristik unik, sebagian berbentuk kekar kolom atau tiang yang tertata rapi secara alami. Batuan gunung api purba ini akan sayang jika tidak dijepret untuk menghiasi foto-foto Anda. 

Budget

Tidak perlu ongkos mahal untuk bisa menikmati objek wisata Pantai Menganti. Dengan membayar Rp 10 ribu per orang termasuk asuransi, pengunjung bisa berkunjung sepuasnya ke berbagai objek menarik di dalam area wisata Menganti, mulai destinasi bahari hingga perbukitan. 

Pengunjung tidak lagi dipungut uang parkir kendaraan karena sudah digratiskan pengelola. Bagi pengunjung yang memakai mobil akan diarahkan memarkir di tempat parkir induk, lalu diantar menggunakan shuttle ke berbagai objek wisata tanpa dipungut biaya alias gratis. 

Pengunjung baru merogoh kocek lagi jika ingin menaiki wahana Balon Udara dan Sepeda Gantung di tebing Ketep Bidadari. Untuk menikmati dua wahana yang menghibur sekaligus menguji nyali itu, pengunjung harus mengeluarkan uang Rp 15 ribu. 

"Rp 10 ribu sudah asuransi. Parkir gratis, naik shuttle juga gratis untuk kenyamanan wisatawan. Kalau naik wahana bayar karena itu kerjasama dengan investor,"kata Sutaryo

—Rappler.com

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yetta Tondang
EditorYetta Tondang
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

07 Apr 2026, 23:55 WIBNews