Sempat Berkurang karena COVID-19, Stok Darah PMI Kini Naik 30 Persen

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau biasa dipanggi JK menjelaskan, stok darah selama pandemik COVID-19 cenderung menurun. Dengan kondisi ini, JK berharap banyak instansi mau menyelenggarakan kegiatan donor darah rutin.
"Karena COVID-19 ini banyak kantor tutup dan orang tidak keluar rumah, maka terjadi kekurangan pada dua bulan lalu, mulai bulan puasa," kata JK di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2020).
1. Berharap donor darah bisa rutin dilakukan agar persediaan naik dari 50 jadi 80 persen

Dalam kesempatan itu, JK menghadiri agenda donor darah di Mapolda Metro Jaya. Para pendonor adalah anggota Polri dan TNI.
Dengan kegiatan donor darah oleh Polda Metro Jaya, stok darah di PMI semakin bertambah. JK mengatakan, sebelumnya dia telah meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis untuk menggelar donor darah pada anggotanya dan berharap kegiatan donor darah itu rutin dilakukan.
"Sehingga persediaan kita bisa naik 80 persen dari 50 persen dengan donor darah seperti ini," kata mantan wakil presiden RI itu.
2. Kebutuhan darah di Indonesia mencapai lima juta kantong

Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat membutuhkan paling sedikit lima juta kantung darah tiap tahunnya, untuk kepentingan medis pasien yang membutuhkan.
"Itu semua, kita PMI ditugaskan mengatur pendonor darah untuk mencapai lima juta itu," kata dia.
3. Donor dari TNI-Polri menambah 30 persen stok darah

Dengan adanya agenda donor darah ini, setidaknya stok darah di PMI bisa bertambah sekitar 30 persen.
"Sekarang (stok darah) sudah naik 80 persen artinya TNI-Polri menaikkan 30 persen," kata JK.
Penurunan stok darah juga sebagai dampak kebijakan yang meminta masyarakat tetap di rumah saja untuk menghindari penularan COVID-19.
"Sekarang kita lagi mau mempromosikan lagi ke masyarakat untuk donor darah," kata Jusuf Kalla.


















