Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Viral RS di China Penuh Pasien Flu A, Kemenkes: Belum Ditemukan

Viral RS di China Penuh Pasien Flu A, Kemenkes: Belum Ditemukan
ilustrasi virus dan penyakit (pixabay.com/Tumisu)
  • Kementerian Kesehatan Indonesia membantah adanya wabah Flu A dan virus HMPV di negara ini.
  • Widyawati menyatakan bahwa kasus Flu A pernah ditemukan di Indonesia pada 2005-2017, namun belum ada laporan kasus baru sejak 2018.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara tentang beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah rumah sakit di China penuh diduga karena wabah Flu A dan virus HMPV.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengatakan, sampai saat ini virus Flu A dan virus HMPV di China tidak ditemukan di Indonesia.

“Terkait merebaknya kasus saat ini belum ditemukan kasusnya di Indonesia,” kata Widyawati dalam keterangan videonya, Selasa (31/12/2024).

  1. 1. Belum ada kasus baru sejak 2018

    Ilustrasi pasien kritis. Freepik
    Ilustrasi pasien kritis. Freepik

    Meski demikian, Widyawati mengatakan, kasus tersebut pernah ditemukan di Indonesia pada 2005-2017. Namun, dia memastikan laporan kasus baru belum pernah ada sejak 2018.

    "Sejak 2018 belum ada laporan kasus baru pada manusia. Sementara itu, varian H5N6 dan H9N2 dilaporkan terjadi beberapa kasus di China, belum pernah dilaporkan kedua varian tersebut terjadi di Indonesia," kata dia.

  2. 2. Pemerintah lakukan surveilans

    ilustrasi  COVID-19 (unsplash.com/Fusion Medical Animation)
    ilustrasi COVID-19 (unsplash.com/Fusion Medical Animation)

    Widyawati mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kemenkes, saat ini Flu A dan HMPV masih menyebar di wilayah China saja. 

    "Pemerintah masih melalukan surveilans dan pelaporan berkas secara umum pada penyakit menular jenis baru," kata dia.

  3. 3. Tetap patuhi protokol kesehatan

    Dok. Imigrasi Bandara Soetta
    Dok. Imigrasi Bandara Soetta

    Widyawati mengatakan sampai saat ini pemerintah belum melakukan pembatasan atau larangan perjalanan ke China. Namun, dia mengimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan.

    "Tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan memantau perkembangan kasus di berbagai media, jika terpaksa keluar negeri, harus memastikan situasi dan kebijakan di negara tersebut, dan terapkan protokol kesehatan," ucap dia.

Share Article

Related Articles

See More