Pada Agustus lalu, Israel juga pernah memberikan larangan bertugas untuk diplomat Jerman yang ditempatkan di pusat koordinasi Amerika Serikat (AS) di Gaza. Ketika itu, Kemlu Israel mengatakan, keputusan tersebut diambil karena diplomat Jerman sudah melakukan "Aksi anti-Israel". Namun, mereka tidak merinci aksi seperti apa yang dimaksud.
Israel Copot Status Diplomatik Semua Diplomat Jerman di Ramallah

- Israel mencopot status diplomatik semua diplomat Jerman yang mewakili Belanda di Ramallah, sebagai balasan atas sanksi Jerman terhadap impor dari permukiman Israel di Tepi Barat.
- Diplomat Jerman diberi waktu tujuh hari untuk mengembalikan dokumen kredensial diplomatik. Pemerintah Jerman belum memberikan respons atas keputusan Israel tersebut.
- Ketegangan Israel-Jerman meningkat setelah larangan sebelumnya terhadap diplomat Jerman di Gaza, sementara Israel juga menutup Konsulat Inggris terkait pembatasan impor dari permukiman Israel.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel mengatakan telah mencopot status diplomatik semua diplomat Jerman yang mewakili Belanda di Ramallah, Palestina. Keputusan ini diambil untuk membalas tindakan Jerman usai memberikan sanksi terhadap barang-barang impor yang datang dari pemukiman Israel di Tepi Barat.
"Negara mana pun yang bertindak secara bermusuhan dan sepihak terhadap Israel akan kehilangan pengaruh dan relevansinya di kawasan itu," kata Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, dalam sebuah unggahan di media sosial X, Minggu (27/9/2026), seperti dilansir The New Arab.
1. Israel memberi waktu tujuh hari ke diplomat Jerman untuk mengembalikan dokumen diplomatik

ilustrasi batas waktu (pexels.com/Aphiwat chuangchoem) Saar mengatakan, pihaknya sudah memberi waktu selama tujuh hari ke semua diplomat Jerman yang bertugas di Ramallah. Dalam tenggat waktu tersebut, diplomat-diplomat itu diwajibkan untuk segera mengembalikan dokumen kredensial diplomatik yang sebelumnya sudah dirilis Israel agar mereka bisa bertugas di Ramallah.
Hingga saat ini, Pemerintah Jerman belum merespons pencopotan status diplomatik diplomatnya oleh Israel. Sejumlah media sudah berupaya menghubungi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jerman untuk menanyakan hal ini. Namun, mereka selalu menolak untuk memberikan tanggapan lebih lanjut.
2. Israel juga pernah melarang diplomat Jerman bertugas pada Agustus lalu

potret bendera Jerman (pexels.com/Claudio Mota) Aksi ini lantas membuat hubungan Israel dan Jerman semakin merenggang. Apalagi, para diplomat Jerman kini juga semakin vokal mengecam agresi Tel Aviv di Gaza di forum-forum internasional.
3. Israel menutup Konsulat Inggris di Yerusalem Timur

potret bendera Inggris (pexels.com/Shola Pixel) Masih pada Agustus, Israel juga menutup layanan Konsulat Inggris yang ada di Yerusalem Timur. Langkah ini dilakukan karena Inggris melarang barang-barang impor yang diproduksi oleh para pemukim Israel di Tepi Barat untuk masuk ke wilayahnya.
Selain Inggris dan Jerman, sejumlah negara lainnya, termasuk Prancis dan Kanada, juga sudah memberikan larangan dan sanksi serupa terhadap barang impor dari pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat. Sanksi ini ditetapkan sebagai balasan karena pemukim Israel kerap melakukan pemberontakan terhadap warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















