Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Akui Hantam Odessa untuk Hancurkan Pasokan Senjata AS

Rusia Akui Hantam Odessa untuk Hancurkan Pasokan Senjata AS
potret Desa Frumushika-Nova di Odesa, Ukraina (instagram.com/frumushikanova)

Jakarta, IDN Times - Rusia mengakui telah menghantam Odessa, Ukraina, dengan rudal. Odesa merupakan kota pelabuhan yang menjadi pusat ekspor biji-bijian ke seluruh dunia.

Rusia menegaskan bahwa serangan pada Sabtu (23/7/2022) itu, hanya untuk menghancurkan pasokan senjata dari Barat yang diberikan ke Ukraina, bukan untuk menghancurkan biji-bijian dan gandum.

1. Ukraina mengecam serangan rudal tersebut

Volodymyr Zelensky, presiden Ukraina (Twitter.com/Володимир Зеленський)
Volodymyr Zelensky, presiden Ukraina (Twitter.com/Володимир Зеленський)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara tegas mengecam tindakan Rusia tersebut. Pasalnya, rudal Rusia mengarah ke pasokan gandum dan biji-bijian yang akan diekspor ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Rusia kembali melakukan aksi barbar, hanya satu satu setelah tercapai kesepakatan untuk dilakukan lagi ekspor gandum,” kata Zelenskyy, dikutip dari Channel News Asia, Senin (25/7/2022).

Ukraina, Rusia, Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menandatangani kesepakatan pada Jumat (22/7/2022) yang memungkinkan Ukraina melanjutkan kembali ekspor gandumnya.

Turki, yang menjadi tuan rumah, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut adalah langkah awal menuju pelonggaran krisis pangan global akibat invasi Rusia ke Ukraina. PBB juga berharap agar ekspor biji-bijian bisa segera terlaksana via Laut Hitam dalam beberapa pekan mendatang.

2. Rusia mengklaim hanya menghancurkan kapal militer Ukraina dan senjata kiriman AS

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia bersikukuh bahwa serangan rudal jenis jelajah ganda tersebut menghantam kapal militer Ukraina.

“Rudal jarak jauh yang punya presisi tinggi ini menghancurkan kapal perang Ukraina yang berlabuh dan persedial rudal anti-kapal yang dikirim Amerika Serikat ke Kiev,” sebut pernyataan kementerian tersebut.

“Pabrik perbaikan kendaraan tentara milik Ukraina juga telah rusak,” lanjut mereka.

3. Komitmen Rusia dalam pengiriman gandum

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (twitter.com/mfa_russia)
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. (twitter.com/mfa_russia)

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov akan mengunjungi Afrika dalam waktu dekat. Ia menjanjikan bahwa pasokan gandum ke Afrika tetap aman. Pasalnya, sejak invasi Rusia ke Ukraina, harga sereal di Afrika melonjak karena merosotnya ekspor.

“Kami mengonfirmasi komitmen eksportir produk sereal Rusia untuk memenuhi permintaan Afrika,” tegas Lavrov.

Sementara itu, dalam perjanjian Rusia, Ukraina, Turki dan PBB, disebutkan bahwa pejabat Ukraina akan memandu kapal yang membawa biji-bijian dan gandum berlayar melalui jalur yang aman untuk menuju tiga pelabuhan utama, termasuk pelabuhan Odesa yang dibombardir pasukan Moskow.

Kemudian kapal akan keluar dari teritorial Ukraina di Laut Hitam, transit di Selat Bosphorus dan masuk ke pelabuhan Turki untuk diperiksa. Selanjutnya, kapal-kapal tersebut baru berlayar ke tujuan masing-masing.

Share
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

07 Apr 2026, 23:55 WIBNews