Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sanksi AS Hentikan Penerbangan Iran, 90 Persen Rute Luar Negeri Lumpuh

3 min read
Sanksi AS Hentikan Penerbangan Iran, 90 Persen Rute Luar Negeri Lumpuh
ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Kürşat Kuzu)
  • Sanksi AS terhadap sektor penerbangan Iran memicu pembatalan massal rute internasional dan mengancam mitra asing dengan sanksi sekunder bila melayani maskapai Iran.

  • AS memperkirakan 80–90 persen penerbangan luar negeri Iran berhenti; penutupan ruang udara, penghentian penjualan tiket, serta pembatasan rute memperparah gangguan.

  • Georgia dan Azerbaijan menutup akses penerbangan Iran, sementara Teheran memperingatkan negara tetangga bahwa kerja sama dengan AS dapat memengaruhi konektivitas udara mereka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) yang menyasar seluruh sektor penerbangan Iran memicu pembatalan serta penangguhan penerbangan internasional secara massal. Kebijakan itu juga menempatkan bandara dan perusahaan asing pada ancaman sanksi sekunder jika tetap melayani maskapai Iran, mulai dari pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga penjualan tiket.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan bentuk tekanan tersebut terhadap mitra asing dalam wawancara dengan CNBC.

"Jika mereka mendarat, Anda tidak bisa mengisi bahan bakar mereka, Anda tidak bisa menyediakan layanan pendaratan, Anda tidak bisa menjual tiket mereka, atau Anda akan dikeluarkan dari sistem dolar," katanya, dikutip The New Arab.

Bessent juga menyampaikan bahwa AS sedang memberikan tekanan luar biasa yang belum pernah dialami Iran sebelumnya. Dalam wawancara lain dengan Fox News pada Rabu (23/9/2026), ia memperkirakan lebih dari 80-90 persen penerbangan luar negeri Iran telah shut down serta mempertanyakan bagaimana perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat pulang.

Presiden Iran Massoud Pezeshkian merespons tekanan tersebut saat menghadiri Sidang Umum PBB di New York.

"Perlawanan rakyat Iran hanya akan semakin intensif di hadapan sanksi, tekanan yang semakin meningkat, dan intimidasi yang semakin besar dari AS," katanya.

  1. 1. Maskapai Iran menghentikan sejumlah rute internasional

    Pesawat Mahan Air
    Pesawat Mahan Air (pexels.com/Jeffry Surianto)

    Iran memiliki total 27 maskapai penerbangan yang mayoritas melayani rute domestik, dengan Iran Air dan Mahan Air sebagai operator internasional utama yang terdampak. Penutupan ruang udara Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu juga membatasi penerbangan internasional, sehingga kini rute ke luar negeri praktis hanya dilayani maskapai lokal.

    Kondisi penerbangan yang tidak stabil membuat sejumlah agen perjalanan di Tehran menghentikan sementara penjualan tiket. Langkah itu diambil karena mereka khawatir pembatalan penerbangan susulan terjadi, meski beberapa maskapai kecil seperti Varesh masih mencantumkan rute koneksi menuju Turki dan Armenia.

  2. 2. Negara tetangga Iran menutup akses penerbangan

    Pesawat Mahan Air
    Pesawat Mahan Air (pexels.com/Kürşat Kuzu)

    Georgia dan Azerbaijan secara resmi menghentikan seluruh akses penerbangan menuju serta dari Iran. Kantor berita Sputnik melaporkan Azerbaijan Airlines menghentikan operasional maskapai Iran sejak 22 September 2026 akibat sanksi AS, menyusul Georgia yang telah menerapkan larangan serupa sejak awal pekan ini.

    Laporan France 24 yang melansir AFP mengonfirmasi penghentian rute menuju Baghdad, Muskat, dan Qatar oleh agen perjalanan di Tehran. Sementara itu, tujuan seperti Istanbul, Najaf, dan Dubai masih tercantum dalam jadwal bandara internasional Tehran. Menurut data FlightRadar24, menunjukkan Mahan Air masih mendarat di Guangzhou serta menjadwalkan penerbangan ke Shanghai, dengan pemerintah China menilai tindakan AS tersebut ilegal.

  3. 3. Iran memperingatkan negara tetangga

    Bendera Iran
    Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

    Pengetatan sanksi tersebut memicu reaksi keras dari jajaran pimpinan keamanan Iran terhadap negara-negara di kawasan. Pemerintah Iran menyatakan kerja sama pihak asing dengan langkah AS akan berdampak pada akses transportasi udara mereka.

    Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyampaikan peringatan itu kepada negara-negara tetangga melalui siaran televisi negara.

    "Jika suatu negara bekerja sama atau memulai petualangan dengan AS, bandaranya tidak lagi dapat mengoperasikan penerbangan ke Iran," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More