Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anies Minta Pemerintah Pusat Contoh Malaysia Soal Informasi COVID-19

Anies Minta Pemerintah Pusat Contoh Malaysia Soal Informasi COVID-19
Anies Baswedan (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam memberikan informasi dan mengatasi virus corona baru atau COVID-19.

Presiden Joko 'Jokowi' Widodo, kata Anies, juga sudah mendorong Kemenkes agar tranparansi dalam memberikan informasi virus corona kepada pihak pemerintah daerah.

"Karena kita tahu, hari ini baru diumumkan ada 69 (positif COVID-19). Dua hari yang lalu, (masih) 34. Lompatannya cepat. Kami di Jakarta perlu mengetahui siapa saja, dimana saja. Sehingga, kita bisa langsung melakukan tracing," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).

1. Meminta mencontoh koordinasi yang dilakukan pemerintah Malaysia

Ilustrasi (IDN Times/Larasati Rey)
Ilustrasi (IDN Times/Larasati Rey)

Anies mencontohkan, pemerintah Malaysia bisa menjadi contoh dalam transparansi informasi soal virus corona. Ketika itu, ada warga negara Jepang yang positif virus corona yang tinggal di Malaysia. Warga negara Jepang itu juga berinteraksi dengan warga negara Indonesia hingga dinyatakan positif virus corona.

"Bila Malaysia ditutup-tutupi, kita tidak tahu. Maka kita tidak bisa mendeteksi ini semua," ucapnya.

Pemprov DKI kata Anies sudah mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan, agar pihaknya bisa terlibat dalam menentukan hasil pemeriksaan pasien yang diduga terjangkit COVID-19. Diantaranya melalui Labkesda DKI Jakarta, dan Laboratorium Mikrobiologi Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

"Labkesda DKI jakarta, itu statusnya BSL 2 plus. Itu artinya bio safety levelnya 2 plus. Dan ini bisa jadi Lab pendamping. Tujuannya, begitu ada pribadi-pribadi yang harus diuji, kita bisa langsung uji. Kita bisa langsung mendapatkan hasilnya karena satu hari bisa selesai," ucapnya.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menetapkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Universitas Airlangga (Unair), untuk melakukan uji laboratorium terkait virus Corona.

''Kami berharap tiga-tiganya bisa dipakai. Kenapa? Karena jumlah terbanyak dari yang terkonfirm positif itu ada di Jakarta," ucap Anies.

2. Hasil pemeriksaan pasien yang diduga terjangkit virus corona sebenarnya keluar dalam satu hari

IDN Times/Sukma Shakti
IDN Times/Sukma Shakti

Anies menjelaskan, hasil pemeriksaan pasien yang diduga terjangkit virus corona sebenarnya dapat diketahui hari itu juga. "Hasil pemeriksaan tida perlu menunggu belasan hari. Asal mau diumumkan,'' ucapnya.

Untuk itu, agar membantu menyelamatkan orang-orang yang diduga terjangkit virus corona, Anies meminta agar pemerintah memeriksa semua orang yang dicurigai terjangkit.

"Lalu mereka yang dicurigai atau diduga, mau melakukan karantina secara sukarela. Itu cara yang paling aman. Karena ini lah yang harus kita lakukan, mencegah penularan," jelasnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan, selama ini pihaknya sudah mengetahui siapa saja masyarakat yang kemungkinan besar positif virus corona. Namun, hasil pemeriksaan baru dapat diketahui dengan jangka waktu yang lama.

"Kita kirimkan sampelnya, ada proses, tunggu hasil. Nah selama masa tunggu itu yang bersangkutan berinterkasi sana- sini. Kita tidak punya dasar untuk mengatakan, 'anda jangan pergi-pergi, ini ODP (orang dalam pemantauan) nih' jelasnya.

"Begitu positif, baru kita bisa melakukan langkah yang lebih tegas. Itu sebabnya, bila kita lakukan testing cepat, kita langsung bertindak cepat," kata Anies lagi.

3. Jakarta Selatan jadi wilayah yang berpotensi menularkan virus corona

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemprov DKI Jakarta sudah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi menularkan virus corona. Bahkan, hampir seluruh Kecamatan, ada kasus virus corona. Berdasarkan data statistik, terjadinya kontak secara langsung berpotensi membuat orang lain tertular virus corona.

"(Kontak langsung) Potensi tertular meningkat 38 kali. Lebih tinggi daripada yang tidak melakukan kontak langsung," kata Anies.

Hal ini lah yang menyebabkan, wilayah Jakarta Selatan menjadi tempat yang berpotensi menularkan virus corona.

"Nah, Jakarta Selatan adalah termasuk. Ya karena awalnya (penularan) disitu. Beberapa kegiatan terjadi di situ, mungkin rapatnya, makan malamnya, makan siangnya di kawasan itu. Maka potensi penularannya terjadi di situ," jelas Anies.

4. Anies minta masyarakat yang diduga COVID-19 tidak menjadikannya sebagai aib

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Anies melanjutkan, pihaknya selama ini kesulitan saat mengimbau masyarakat memeriksakan diri ke rumah sakit. Padahal, mereka masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP). "Karena itu, saya mengimbau kepada semua bahwa, kalau diduga memiliki potensi COVID-19 janga merasa ini aib," ucapnya.

Sebagian masyarakat juga takut menjalani karantina, karena khawatir kehilangan pekerjaan. Terkait hal itu, Pemprov DKI sudah mengambil kebijakan tak akan menotong tunjangan kinerja daerah (TKD), jika ada pegawainya yang positif COVID-19.

"Kemarin saya sampaikan pada dunia usaha, bantu menyelematkan Jakarta dan Indonesia. Dengan cara tidak memotong gaji karyawan yang diduga mengidap COVID-19 supaya dia mau ikut karantina," ungkap Anies.

5. Ancol hingga Monas ditutup selama dua pekan

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Anies juga meminta warganya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Salah satunya, mereka yang bekerja di sebuah perusahaan.

"Hari ini belum ada arahan kantor-kantor, staf bekerja dari jauh. Tapi, dunia usaha harus menyiapkan jika kita harus melakukan kerja jarak jauh," kata Anies.

Meski dia tak berharap kebijakan itu terjadi, Anies mengimbau kepada semua perusahaan mulai menyiapkan prosedurnya. "Bila terjadi, maka dunia usaha sudah siap," ucapnya.

Anies juga meminta masyarakat tak mengunjungi tempat wisata selama wabah virus corona masih ada. Meski begitu, dia memastikan, pelayanan masyarakat seperti di Kelurahan, Kecamatan, Balai Kota, Walikota dan Puskesmas akan terus berjalan.

"Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan," kata Anies.

Akibat virus corona, car free day (CFD) juga ditiadakan. Namun, transportasi umum masih tetap berjalan.

"Itu artinya, Ancol tutup, Ragunan tutup, Monas tutup, museum yang dipegang oleh DKI tutup. Tujuannya apa? Meminimalkan kegiatan warga di ruang-ruang terbuka yang penuh dengan warga," jelasnya.

Baca artikel menarik lainnya di IDN App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Axel Joshua Harianja
EditorAxel Joshua Harianja
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

07 Apr 2026, 23:55 WIBNews