Kadispenad: Batalyon Pembangunan Hadir Bukan untuk Ambil Peran Sipil

- Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan batalyon pembangunan hadir untuk mendukung pembangunan nasional, bukan mengambil alih peran sipil, serta membawa dampak positif bagi masyarakat di daerah terpencil.
- Kehadiran batalyon pembangunan diklaim mempercepat pemerataan infrastruktur dan meningkatkan keamanan wilayah, sehingga aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga dapat tumbuh lebih baik.
- Sepanjang 2025 telah dibangun 150 batalyon teritorial pembangunan dari target 514 unit di seluruh kabupaten Indonesia, sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menjaga kedaulatan dan pemerataan wilayah.
Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Brigjen TNI Donny Pramono, membantah masifnya pembangunan batalyon pembangunan di sejumlah kabupaten lantaran militer ingin mengambil alih peran sipil. Ia mengklaim, kehadiran batalyon pembangunan justru dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Publik menilai TNI mulai mengambil alih peran sipil lantaran dalam satu tahun bertambah 150 batalyon teritorial pembangunan. Apalagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menginginkan ada 514 batalyon pembangunan teritorial. Artinya, di setiap kabupaten di Tanah Air terdapat institusi TNI.
"Kehadirannya bersifat membantu dan mendukung pembangunan nasional. Bukan mengambil alih peran institusi sipil. Keberadaan satuan TNI tidak hanya menghadirkan unsur keamanan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di wilayah," ujar Donny ketika memberikan keterangan di Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Jenderal bintang satu itu memberikan contoh ketika dirinya menjadi Komandan Komando Distrik Militer di Banten. Ketika itu, ia membangun Batalyon Mandala Yudha di daerah Lebak.
"Kalau kita lihat (lokasinya) terpencil sekali. Bahkan disebut sebagai tempat jin buang anak. Tapi, dengan keberadaan batalyon di sana, sekarang jadi ramai sekali. Saya baru-baru ini berkunjung ke sana. Sekarang, perekonomiannya tumbuh," tutur dia.
Indikator perekonomian yang tumbuh itu yakni ada warung yang buka, tukang jahit, hingga mini market. "Dulu waktu awal saya menjabat Dandim dan berkunjung ke sana, situasinya sepi sekali. Hanya ada batalyon itu," katanya.
1. Kesehatan masyarakat diklaim terbantu setelah hadir batalyon pembangunan

Lebih lanjut, kata Donny, keberadaan batalyon pembangunan juga bermanfaat dan membantu kesehatan masyarakat sekitar. Sebab, di tiap-tiap batalyon, tersedia pasukan yang masuk ke kompi kesehatan. Selain itu, ada pula pasukan yang masuk ke dalam kompi perikanan dan peternakan.
"Dalam hal ini, masyarakat sering kali harus menempuh jarak jauh untuk berobat. Bahkan, di televisi viral anak meinggal dunia karena sakit, sedangkan fasilitas kesehatan jauh dari rumahnya. Di situ lah batalyon teritorial pembangunan hadir di daerah terpencil. Nyawa ibu dan anak bisa tertolong," kata Donny.
Ia juga menyebut, keberadaan personel batalyon teritorial pembangunan bisa membantu mempercepat evakuasi bagi warga yang mengalami penyakit kronis. "Evakuasi bisa lebih cepat dengan adanya koordinasi ke satuan TNI yang ada di wilayah itu. Saya yakinkan itu," tutur dia.
2. Kehadiran batalyon pembangunan juga diklaim membawa perbaikan pembangunan infrastruktur

Donny juga menyebut, kehadiran batalyon pembangunan di tiap kabupaten justru bisa mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur. Khususnya pembangunan di daerah terpencil yang sulit dijangkau.
"Dengan adanya batalyon pembangunan teritorial pembangunan, akhirnya dibangun lah jalan. Apabila ada sungai, maka dibangun jembatan-jembatan," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan adanya keberadaan batalyon pembangunan diklaim bisa membuat daerah tersebut lebih aman. Dengan keamanan lebih baik, maka warga bisa bekerja lebih tenang. Pembangunan infrastruktur pun bisa berjalan tepat waktu.
3. Sepanjang 2025, TNI telah bangun 150 batalyon teritorial pembangunan

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, sepanjang 2025 sudah ada 150 batalyon pembangunan teritorial yang dibangun. Satu batalyon akan terdiri dari 700 hingga 1.000 prajurit TNI. Sjafrie menghitung bila setiap kabupaten terdapat batalyon, maka masih dibutuhkan 364 BTP di daerah lainnya.
"Kami akan terus tingkatkan (pembangunan BTP) hingga ditingkatkan untuk menjangkau seluruh wilayah kabupaten di Indonesia atau 514 batalyon," ujar Sjafrie di Akademi Militer Magelang, pada Senin, 20 April 2026.
Sjafrie mengaku mendapat perintah dari Prabowo untuk menjaga seluruh kabupaten. Maka, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ditugaskan membangun batalyon untuk menjaga setiap kabupaten.
Rencana pembangunan 150 BTP sudah disampaikan Sjafrie usai melakukan rapat dengan Komisi I DPR pada 2025. Ketika itu, ia menyebut pembangunan BTP lebih banyak untuk menjaga kedaulatan negara. Pembentukan batalyon tersebut, katanya, bukan hanya ambisi teritorial belaka.
"Ini tentunya tidak dimaksudkan untuk kebutuhan ambisi teritorial, tetapi semata-mata untuk menjaga keutuhan wilayah dan pengamanan, serta menyelamatkan kepentingan nasional," mantan Pangdam Jaya itu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat.
"BTP juga berfungsi untuk menjaga industri strategis yang mempunyai kaitan dengan kedaulatan negara. Sebagai contoh, kilang dan terminal Pertamina. Ini juga bagian yang tidak terpisahkan dari pada gelar kekuatan kita," imbuhnya.
















