Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perludem: Gimik Politik Jelang Pemilu Boleh, Asal Jangan Overdosis

Perludem: Gimik Politik Jelang Pemilu Boleh, Asal Jangan Overdosis
Debat cawapres keempat di JCC pada Minggu (21/1/2024)., (IDN Times/Tino Satrio)
Share Article

Jakarta, IDN Times -  Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menyoroti pentingnya menghindari gimik berlebihan dalam proses jalannya agenda politik seperti jelang Pemilu 2024 ini. Dia mengatakan bahwa overdosis gimik dapat merugikan para calon pemimpin baik capres atau cawapres.

“Gimik itu boleh saja asal jangan overdosis ya, kalau overdosis kan bisa merugikan calon sendiri ya,” kata dia usai Media Talk di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, pada Senin (22/1/2024).

1. Debat jadi faktor pertimbangan

Gaya OOTD Capres dan Cawapres di Debat Keempat (Instagram.com/cakiminow)
Gaya OOTD Capres dan Cawapres di Debat Keempat (Instagram.com/cakiminow)

Dalam konteks pemilihan, Titi mencatat beragamnya pemilih, termasuk yang memiliki komitmen kuat atau yang masih bimbang memilih calon pemimpin ke depan. Dia mengatakan, pemilih yang belum memutuskan dianggap menggunakan debat sebagai faktor pertimbangan memilih calon pemimpin.

“Saya yakin pemilih yang masih belum memutuskan itu menggunakan debat sebagai bahan pertimbangan di dalam membuat keputusan,” katanya.

2. Tindakan kontroversi perlu jadi pertimbangan

Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini usai Media Talk di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini usai Media Talk di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dia mengatakan pemilih cenderung mempertimbangkan tindakan kontroversial dan keputusan calon yang tidak sesuai dengan substansi sebagai faktor penentu. Dampak dari tindakan yang kontroversial akan dirasakan oleh calon itu sendiri. 

"Jadi tindakan-tindakan yang kontroversial, tidak relevan dengan substansi gagasan tentu menjadi pertimbangan dalam membuat keputusan, tentu yang akan merasakan dampaknya calon sendiri,” katanya.

3. Dorong penyampaian dengan cara bijak

Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini usai Media Talk di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)
Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini usai Media Talk di kantor KemenPPPA, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Oleh karena itu, dia mendorong agar para calon mempertimbangkan dengan bijak setiap langkah yang diambil dalam proses menuju Pemilu 2024. 

Hal itu tidak hanya efektif dalam menarik perhatian, tetapi juga mencerminkan bagaimana mereka menyampaikan ide dan visi kepada pemilih.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman

Related Articles

See More

Penembakan di Gedung Putih: Trump Aman, Pelaku Tewas

24 Mei 2026, 13:26 WIBNews