Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bos Minyak Rusia Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 6 Rumah Sakit 

Bos Minyak Rusia Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 6 Rumah Sakit
ilustrasi garis polisi (IDN Times/Mardya Shakti)

Jakarta, IDN Times - Ravil Maganov, kepala perusahaan minyak Lukoil terbesar kedua di Rusia, tewas pada Kamis (1/9/2022) setelah jatuh dari lantai enam rumah sakit di Moskow.

Kematian pemimpin perusahaan minyak tersebut menjadi misteri dan sedang dalam penyelidikan. Perusahaan mengonfirmasi kematian itu tapi menyebutnya akibat penyakit yang serius. Media Rusia menyebut kematian Maganov karena bunuh diri.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, ada beberapa petinggi perusahaan yang meninggal secara misterius. Beberapa di antaranya adalah mereka yang menyerukan diakhirinya perang Rusia-Ukraina.

1. Jatuh dari lantai enam rumah sakit

Kabar kematian Maganov adalah yang terbaru dari serangkaian kematian pejabat tinggi perusahaan Rusia. Dua media Rusia telah mengonfirmasi kematian Maganov, yang berusia 67 tahun akibat jatuh dari lantai enam gedung di Moskow.

"Pagi ini, Maganov jatuh dari jendela Rumah Sakit Klinik Pusat. Dia meninggal karena luka-lukanya," kutip Al Jazeera. Tapi keterangan tersebut tidak memberikan rincian keadaan seputar kejatuhannya.

"Ribuan karyawan Lukoil sangat berduka atas kehilangan yang menyedihkan ini menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga Ravil Maganov," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

2. Lukoil pernah menyerukan diakhirinya perang Rusia di Ukraina

ilustrasi salah satu sudut kota di Ukraina yang hancur oleh serangan Rusia (Twitter.com/Defence of Ukraine)
ilustrasi salah satu sudut kota di Ukraina yang hancur oleh serangan Rusia (Twitter.com/Defence of Ukraine)

Invasi Rusia ke Ukraina yang diluncurkan pada 24 Februari telah membuat dunia terkejut. Invasi itu membuat negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia. Perusahaan Lukoil yang dipimpin Maganov adalah salah satu yang terkena sanksi.

Tapi, sebagai perusahaan minyak terbesar kedua, Lukoil adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang menyerukan diakhirinya invasi Moskow ke Kiev, kutip Reuters. Lukoil mengambil sikap publik atas intervensi Moskow di Ukraina pada 3 Maret.

Dewan direksi perusahaan mengaku prihatin atas peristiwa tragis di Ukraina dan menyerukan secepat mungkin konflik itu berakhir melalui negosiasi. 

Beberapa sumber menyebut kematian Maganov adalah karena bunuh diri. Namun, dua orang yang mengenal baik Maganov menolak pernyataan tersebut, dan mengatakan bahwa Maganov tidak mungkin bunuh diri.

3. Daftar para pengusaha Rusia tewas mendadak dan tidak dapat dijelaskan

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, ada beberapa petinggi perusahaan di Rusia yang tewas mendadak. Kematian mereka juga tidak dapat dijelaskan secara rinci. Setidaknya ada enam pengusaha Rusia yang sebagian besar terkait dengan industri energi.

Melansir BBC, pada April, seorang mantan wakil presiden Gazprombank, Vladislav Avayev, ditemukan tewas bersama istri dan putrinya di flat mereka di Moskow.

Pada Mei, mantan taipan Lukoil Alexander Subbotin meninggal karena gagal jantung. Dia meninggal usai mencari pengobatan alternatif.

Sehari setelah invasi Rusia, eksekutif raksasa perusahaan energi Gazprom, Alexander Tyulakov, ditemukan tewas di garasinya dekat St Petersburg.

Lalu petinggi perusahaan lain yang tewas adalah Sergei Protosenya. Dia merupakan mantan manajer puncak produsen gas alam cair terbesar Rusia, Novatek. Dia ditemukan tewas bersama istri dan putrinya di sebuah vila di Catalan, Spanyol. Polisi yang menyelidiki menyebut Protosenya membunuh keluarganya lalu bunuh diri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Vanny El Rahman
EditorVanny El Rahman
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

07 Apr 2026, 23:55 WIBNews