Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa yang Terjadi hingga AS Menyerang Venezuela dan Menangkap Maduro?

ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
Intinya sih...
  • Keadaan darurat di Venezuela setelah ledakan dan penangkapan Maduro.
  • Terjadi ledakan di Caracas, penangkapan warga AS, dan sanksi tambahan dari AS.
  • Venezuela siap bekerja sama dengan AS soal minyak dan penanggulangan narkoba.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mendeklarasikan keadaan darurat di seluruh negeri pada Sabtu (3/1/2026). Keputusan ini setelah adanya dugaan agresi militer dari Amerika Serikat (AS) di Caracas dan beberapa area lainnya.  

“Presiden Venezuela sudah menyetujui implementasi situasi darurat nasional dalam melindungi hak-hak warga negara dan fungsi dari seluruh institusi negara dan menggerakkan personel militer,” terangnya, dikutip dari EFE.

Tak lama berselang, Presiden (AS), Donald Trump, mengklaim Maduro dan istrinya telah ditangkap, dan diterbangkan keluar dari negara itu. Trump mengumumkan hal itu dalam sebuah unggahan di Truth Social, Sabtu (3/1/2026).

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," tulis Trump.

Dalam beberapa hari terakhir, AS dan Venezuela terlibat ketegangan imbas penempatan militer di Trinidad-Tobago. Terdapat dugaan AS berencana menginvasi Venezuela untuk melengserkan Maduro.  

Apa yang terjadi?

1. Terdengar ledakan di ibu kota Venezuela

Caracas, Distrito Capital, Venezuela (unsplash.com/Eduardo Juhyun Kim)
Caracas, Distrito Capital, Venezuela (unsplash.com/Eduardo Juhyun Kim)

Pengumuman keadaan darurat nasional diumumkan setelah adanya ledakan di Caracas bersamaan dengan suara pesawat tempur. Venezuela menuding bahwa ledakan itu adalah ancaman dari AS menyusul pengiriman militer ke Karibia. 

Sejumlah foto dan video ledakan di Caracas sudah beredar luas di media sosial. Ledakan ini disebut terjadi di pangkalan Angkatan Laut Venezuela, Fuerte Tiuna dan pangkalan militer La Carlota. 

Selain itu, terdapat ledakan di area permukiman dan sebuah ledakan di area pegunungan di depan kompleks militer. Insiden ini membuat listrik padam seketika dan terdengar sejumlah baku tembak. 

2. Venezuela tangkap lima warga negara AS

Nicolás Maduro, presiden Venezuela. (x.com/@PresidencialVen)
Nicolás Maduro, presiden Venezuela. (x.com/@PresidencialVen)

Sehari sebelumnya, Venezuela mengumumkan sudah menangkap lima warga negara AS. Kelima warga AS itu dituding terlibat dalam berbagai macam kasus kriminalitas, termasuk penyelundupan narkoba. 

Dilansir CNN, pemerintah AS menyebut bahwa rezim Maduro sengaja menangkap warga AS untuk dijadikan alat tawar menawar. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan besar dari Washington kepada Caracas dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada Desember, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan sanksi tambahan kepada anggota keluarga Maduro. Sanksi ini menyasar tiga keponakan, adik ipar, dan sejumlah kerabat lainnya. 

3. Venezuela siap bekerja sama dengan AS soal minyak dan penanggulangan narkoba

Bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)
Bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)

Pada saat yang sama, Maduro mengungkapkan keterbukaan pemerintahannya untuk mengadakan perjanjian dengan AS. Ia menyatakan siap mendiskusikan soal penanggulangan penyelundupan narkoba dengan AS. 

“Pemerintah AS tahu karena kami sudah berbicara banyak kepada orang mereka bahwa jika mereka ingin diskusi serius soal penanggulangan penyelundupan narkoba, maka kami siap. Jika mereka ingin minyak, Venezuela siap untuk investasi dari AS, seperti Chevron,” ungkap Maduro, dilansir dari Fox News.

Sebelumnya, Maduro menyebut bahwa AS menginginkan perubahan rezim di Venezuela. Presiden sayap kiri itu pun menuding AS ingin mendapatkan akses minyak Venezuela. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

DPR Takjub Warga Aceh Lunasi Ongkos Haji di Tengah Banjir Bandang

09 Jan 2026, 14:51 WIBNews