Pria Mudah Bermasalah, Obama Usul Wanita Dipilih Jadi Pemimpin

Paris, IDN Times - Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengusulkan agar semakin banyak perempuan dipilih untuk menduduki posisi pemimpin. Dikutip dari AFP, Obama menilai, "para laki-laki sepertinya lebih sering bermasalah beberapa hari terakhir ini".
Kemampuan bersosialisasi perempuan lebih baik daripada laki-laki.

Salah satu yang membuat Obama menganggap perempuan layak untuk menduduki posisi tinggi adalah kemampuan mereka berkomunikasi. "Tanpa bermaksud menggeneralisasi, tapi sepertinya perempuan terlihat punya kapasitas lebih baik daripada laki-laki, sebagian karena sosialisasi mereka," ucap Obama ketika berkunjung ke Paris.
Ia sendiri tak menyebutkan pemimpin laki-laki mana yang bermasalah dan apa masalah yang dimaksud. Meski demikian, ia ingin melihat lebih banyak perempuan yang diberi kesempatan memimpin. Ia juga menegaskan bahwa ia menghormati orang-orang yang mampu mempertanyakan diri mereka sendiri dan orang-orang sekitar.
Pernyataan Obama bisa dikaitkan dengan semakin banyaknya laki-laki yang menyalahgunakan posisi mereka.

Tak hanya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat yang memperlihatkan buruknya kapasitas kepemimpinan—termasuk sikap seksisnya yang dikenal luas—tapi juga beberapa anggota parlemen negara tersebut. Misalnya, senator Al Franken yang dituduh melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah perempuan.
Kemudian, sederet laki-laki yang berada di posisi kuat di industri hiburan dan media juga menunjukkan gejala yang sama. Dua contoh terakhir adalah pembawa berita veteran Charlie Rose dan Matt Lauer yang sudah dipecat oleh stasiun televisi yang selama bertahun-tahun memperkerjakan mereka.


















