Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ribuan Warga Paris Ramaikan Piknik Massal di Champs-Élysées

Ribuan Warga Paris Ramaikan Piknik Massal di Champs-Elysees
suasana piknik massal di Paris. (twitter.com/@ggomez_chef)

Jakarta, IDN Times - Champs-Élysées, salah satu jalan paling ikonik di dunia yang terletak di jantung kota Paris, menjadi tuan rumah piknik massal pada Minggu (26/5/2024). Ribuan warga Paris berkumpul untuk menikmati hidangan gratis dalam upaya menghidupkan kembali jalan yang telah menjadi pusat wisata mewah dan butik ternama.

Melansir dari South China Morning Post, acara ini diikuti oleh 4.400 orang terpilih yang dapat membawa hingga enam tamu. Mereka duduk bersama di atas taplak meja raksasa sepanjang 216 meter.

Restoran ternama di sepanjang Champs-Élysées, termasuk Fouquet's yang ikonik, menyajikan aneka hidangan lezat mulai dari sandwich ham, salad, sayuran mentah, dan kue kering macaron. Piknik akbar ini digelar hanya dua bulan sebelum Paris menjadi tuan rumah pembukaan Olimpiade.

1. Upaya mengembalikan pesona Champs-Elysees

Champs-Élysées dinilai semakin kehilangan pesonanya. Menurut Komite Champs-Élysées, perubahan tren belanja dan krisis seperti protes "rompi kuning" serta pandemik telah berdampak pada ketenaran jalan ini.

"Ini adalah cara untuk mengajak warga Paris kembali ke Champs-Élysées dan menunjukkan bahwa jalan ini bukan hanya untuk belanja barang mewah," ujar Marc-Antoine Jamet, ketua Komite Champs-Élysées, dilansir dari The Guardian.

Di bawah langit cerah, peserta piknik menikmati hidangan spesial sambil bersantai di tengah Champs-Élysées.

"Kami sangat beruntung bisa duduk di sini," ujar Fabien, yang datang bersama istrinya, Michelle, kepada BFM TV.

Sementara Léo, seorang remaja berusia 14 tahun, memuji kelezatan hidangan yang disajikan, terutama kue macaron dari Ladurée. Mantan koki Istana Élysée, Guillaume Gomez, sebagai tamu kehormatan, menyebut acara ini sebagai perayaan yang sesungguhnya bagi masyarakat dan pencinta kuliner.

2. Evolusi Champs-Elysees

Champs-Élysées telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Bioskop terakhir di jalan ini, UGC Normandie yang dibuka pada 1937, akan tutup bulan depan. Ini menjadi bioskop ketiga yang gulung tikar akibat menurunnya penjualan tiket dan berubahnya demografi pengunjung.

Tempat hiburan serta toko buku, musik, dan pakaian perlahan digantikan oleh merek mewah dan toko olahraga kelas atas. Lokasi strategis di Champs-Élysées masih menjadi daya tarik kuat bagi merek-merek ini, terutama untuk memikat wisatawan. Survei menunjukkan, hingga 25 persen kunjungan ke jalan ini bertujuan untuk berbelanja barang mewah.

"Dulu ada tujuh atau delapan bioskop di sini. Sekarang, tinggal satu yang akan tutup," kenang Ronan Guevel, penduduk yang tinggal di dekat Champs-Élysées selama lebih dari 20 tahun.

Ia menambahkan, toko-toko yang dulu sering dikunjungi warga Paris kini tergantikan oleh merek global, sehingga Champs-Élysées kehilangan jati dirinya.

3. Rencana untuk revitalisasi jalan ikonik Champs-Elysees

Harga properti di Champs-Élysées melonjak seiring dengan 1,3 juta pengunjung yang memadati jalan ini setiap bulannya. Akibatnya, toko independen yang lebih kecil terpaksa tutup karena tak sanggup membayar kenaikan sewa hingga 15 persen dalam setahun terakhir.

"Spekulasi properti adalah masalah utama. Harga sewa per meter persegi terlalu tinggi. Kami perlu bantuan pemerintah untuk mengatur dan mengontrol harga sewa di area ini", ujar Nicolas Bonnet-Oulaldj, anggota Dewan Kota Paris.

Pemerintah Kota Paris tengah menyiapkan proyek senilai 250 juta euro (sekitar Rp4,3 triliun) untuk mengubah jalan ini menjadi taman. Beberapa perbaikan kecil sudah dilakukan menjelang Olimpiade, seperti penataan ulang teras kafe dan penambahan ruang pejalan kaki. Namun, sebagian besar pekerjaan baru akan dimulai setelah Paris menggelar Olimpiade musim panas mendatang.

Komite Champs-Élysées berencana mempresentasikan laporan setebal 1.800 halaman yang memuat 150 saran untuk merevitalisasi jalan ini secara menyeluruh.

"Laporan ini akan menjadi panduan untuk transformasi yang lebih radikal dan holistik," jelas Marc-Antoine Jamet. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Leo Manik
EditorLeo Manik
Follow Us

Latest in News

See More

KSAU Temui Menteri PKP, Bahas Pembangunan Rusun TNI AU

07 Apr 2026, 22:31 WIBNews