Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seniman Rusia Pengkritik Putin Ditembak Mati di Polandia

Seniman Rusia Pengkritik Putin Ditembak Mati di Polandia
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
Intinya Sih
  • Robert Kuzovkov, seniman Rusia pengkritik Kremlin, ditembak mati di Biała Podlaska, Polandia; pelaku menembakkan lima peluru dan berhasil melarikan diri.
  • Pemerintah Polandia menyebut pembunuhan ini kemungkinan bermotif politik; dua warga Belarus sempat ditangkap namun dibebaskan setelah penyelidikan awal.
  • Kuzovkov pindah ke Polandia sejak 2021 karena takut persekusi dan dikenal sering menyindir Ramzan Kadyrov, yang diduga berada di balik serangan terhadap para pengkritik Kremlin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Robert Kuzovkov, seorang seniman Rusia sekaligus kritikus Kremlin yang berusia 44 tahun, ditembak mati di Polandia. Pembunuhannya diduga bermotif politik.

Dilansir CBS News, insiden tersebut terjadi di ⁠kota Biała Podlaska, Polandia timur, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Kuzovkov, atau yang lebih dikenal dengan nama artistiknya, Semyon Skrepetsky, ditembak tiga kali oleh seorang pria tak dikenal. Saat tubuhnya jatuh ke tanah, pelaku mendekatinya dan melepaskan dua tembakan lagi dari jarak dekat.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami lima luka tembak, termasuk di bagian dada dan kepala. Sementara itu, pelaku berhasil kabur usai melakukan aksinya.

1. Dua warga Belarusia sempat ditangkap

ilustrasi penangkapan (unsplash.com/Kindel Media)
ilustrasi penangkapan (unsplash.com/Kindel Media)

Pejabat Polandia mengatakan dua warga Belarus sempat ditangkap sehubungan dengan pembunuhan Kuzovkov, tetapi keduanya kini sudah dibebaskan. Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan.

Dilansir France24, Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, mengatakan pembunuhan itu kemungkinan besar bermotif politik. Kuzovkov sendiri terkenal dengan karya-karya karikaturnya yang provokatif. Sasaran kritiknya mulai dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, mantan pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, hingga tokoh oposisi Alexei Navalny serta pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov.

“Semua indikasi menunjukkan bahwa ini adalah pembunuhan politik. Jika itu ditugaskan oleh Rusia, maka ini juga merupakan masalah yang sangat serius berdimensi internasional,” kata Tusk pada Rabu (17/6/2026).

2. Kuzovkov pindah ke Polandia karena khawatir dipersekusi

bendera Polandia
bendera Polandia (unsplash.com/Timelab)

Kuzovkov pindah ke Polandia pada 2021 karena khawatir akan mengalami persekusi politik di Rusia. Selama hidup di pengasingan, ia tetap mempertahankan sikapnya yang kritis. Meski kerap menghadiri acara yang digelar kelompok oposisi Rusia, ia juga tidak segan melontarkan kritik terhadap mereka.

Pemerintah Polandia mengatakan telah menawarkan perlindungan kepada Kuzovkov, tapi pria itu menolaknya.

Sebelum Kuzovkov, sejumlah pengkritik Kremlin juga telah menjadi korban serangan di luar negeri, termasuk di Inggris, Jerman dan Lithuania. Namun, Moskow selalu membantah terlibat dalam serangan-serangan tersebut.

3. Pemimpin Chechnya diduga berada di balik pembunuhan tersebut

pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov
pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov (Government.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Dilansir The Guardian, beberapa seniman dan pengamat Rusia yang tinggal di luar negeri meyakini bahwa pembunuhan terhadap para kritikus Kremlin menunjukkan ciri-ciri operasi yang diperintahkan oleh Kadyrov. Pemimpin Chechnya itu telah lama dituduh memburu para pengkritiknya hingga ke luar perbatasan Rusia. Penyelidik dan kelompok hak asasi manusia juga telah mengaitkan orang-orang dekatnya dengan sejumlah serangan dan rencana pembunuhan di Eropa.

Kuzovkov telah membuat banyak lukisan dan video yang menyindir Kadyrov dan keluarganya. Dua hari sebelum kematiannya, ia kembali mengunggah lukisannya yang menggambarkan Kadyrov dan putranya sebagai babi.

“Pembunuhan seorang seniman adalah peristiwa yang mengerikan. Saya berharap akan ada penyelidikan, meskipun saya hampir yakin pelakunya adalah salah satu ‘Don’ dari Chechnya,” tulis Marat Gelman, kolektor seni Rusia terkemuka yang kini tinggal di luar negeri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More