Korban Tewas di Gaza Akibat Serangan Israel Sentuh 38.664 Orang

Jakarta, IDN Times - Korban tewas akibat serangan Israel setiap harinya di Jalur Gaza terus bertambah. Per Senin (15/7/2024), jumlah korban tewas di Gaza mencapai 38.664 orang.
"Sekitar 89.097 orang juga dilaporkan terluka dan banyak orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka, kata Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip Anadolu, Selasa (16/7/2024).
Selain itu, militer Israel juga membombardir beberapa wilayah Gaza dalam 24 jam terakhir sehingga menewaskan sekitar 80 orang dan melukai 216 orang lainnya.
1. Pembersihan puing Gaza butuh waktu 15 tahun

Pembersihan puing-puing perang di Jalur Gaza diperkirakan akan memakan waktu hingga 15 tahun. Laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB (UNEP) mengungkapkan skala kerusakan yang luar biasa akibat konflik berkelanjutan di wilayah tersebut.
Menurut penilaian UNEP, dibutuhkan lebih dari 100 truk untuk memindahkan sekitar 40 juta ton puing-puing dari Gaza. Biaya pembersihan diperkirakan mencapai 600 juta dolar AS atau setara Rp9,7 triliun.
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan puing-puing tersebut juga mengandung ancaman mematikan bagi penduduk Gaza.
"Puing-puing mengandung bahan peledak yang belum meledak dan zat berbahaya," kata UNRWA dalam pernyataannya.
2. Sekitar 137 ribu bangunan di Gaza rusak total

Laporan UNEP menunjukkan 137.297 bangunan di Gaza mengalami kerusakan. Angka ini lebih dari setengah total bangunan di wilayah tersebut. Dari jumlah tersebut, 65 persen merupakan pemukiman warga. Selain itu, topografi wilayah Gaza juga berubah akibat serangan-serangan yang dilancarkan Israel.
"Tingkat kerusakan infrastruktur sangat parah. Di Khan Younis, Gaza Selatan, tidak ada satu bangunan pun yang tidak terdampak," ujar seorang pejabat PBB yang bertugas di Gaza, dilansir The Guardian.
"Muncul bukit-bukit yang sebelumnya tidak ada. Bom seberat 2.000 pon (907 kilogram ) yang dijatuhkan Israel benar-benar mengubah bentang alam," jelasnya.
Volume puing-puing akibat konflik terkini diperkirakan 13 kali lebih banyak dari total yang dihasilkan oleh semua konflik di Gaza sejak 2008. Sebagai perbandingan, pada perang Gaza 2014, hanya 2,4 juta ton puing yang perlu dihilangkan.
3. Puing-puing mengandung zat peledak berbahaya

Proses pembersihan puing-puing Gaza akan sulit karena adanya ancaman tersembunyi. UNEP melaporkan puing-puing tersebut mengandung bahan peledak dan zat berbahaya seperti asbes, mineral beracun yang dapat menyebabkan penyakit paru-paru, termasuk kanker.
Badan Pertahanan Sipil Gaza mencatat lebih dari 10 ledakan terjadi setiap minggu akibat bahan peledak yang terkubur, menyebabkan kematian dan luka-luka.


















