Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Penjelasan Ahli Geologi Soal Tanah Kuburan Menggelembung

Penjelasan Ahli Geologi Soal Tanah Kuburan Menggelembung
Tangkapan layar tanah kuburan di Padang Pariaman yang mendadak menggelembung. IDN Times/Andri NH

Padang, IDN Times - Sebuah makam di Kampung Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat bikin warga geger karena menggelembung. Ahli Geologi Sumatra Barat Ade Edward angkat bicara mengenai fenomena tak lazim tersebut. 

Ade Edward menegaskan, harus ada kajian lebih dalam.  “Harus dipastikan dulu apakah ini fenomena benar alamiah atau tidak. Kan, bisa saja dibuat oleh oknum tertentu untuk membuat sensasi,” kata Ade Edward, Jumat (26/3/2021).

1. Kerap disebut dengan istilah tanah tumbuh

Tangkapan layar tanah kuburan di Padang Pariaman yang mendadak menggelembung. IDN Times/Andri NH
Tangkapan layar tanah kuburan di Padang Pariaman yang mendadak menggelembung. IDN Times/Andri NH

Terlepas apakah ada indikasi ini disengaja dibuat oleh oknum tertentu untuk mencari sensasi atau tidak, Ade Edward mengungkapkan kalau fenomena tanah yang tiba-tiba mendadak menjadi tinggi ini, kerap terjadi di Sumatra. Fenomena ini dikenal juga dengan istilah “tanah tumbuh”.

Menurutnya, di sepanjang patahan Sumatra, sangat banyak ditemui tanah tumbuh ini. Selain "tanah tumbuh," fenomena ini juga dikenal dengan nama diapir. Diapir diartikan penerobosan (intrusi) batuan karena adanya perbedaan tekanan dan buoyancy.

Penerobosan itu biasanya vertikal dan melibatkan batuan berdensitas rendah yang relatif mobile, kemudian menerobos batuan berdensitas lebih tinggi, biasanya juga melalui rekahan (fracture). 

“Diapir ini, bisa dimana saja terjadi,” jelas Ade Edward.

2. Fenomena itu juga disebabkan adanya patahan Sumatra

IDN Times/Abraham Herdyanto
IDN Times/Abraham Herdyanto

Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat ini menjelaskan, selain faktor fenomenologi diapir, kondisi itu bisa terjadi juga disebabkan karena adanya patahan Sumatra.

Dia mencontohkan, kejadian di pinggir jalan di Lubuk Selasih. Tanah daerah tersebut juga mengalami kenaikan terus akibat adanya tekanan dari patahan Sumatera. "Yang jelas, kalau soal diapir, itu fenomena yang banyak terjadi," imbuh Ade Edward.  

3. Ade meminta semua pihak menahan diri dan tidak berspekulasi

pexels.com
pexels.com

Terlepas dari itu semua, Ade Edward meminta kepada seluruh pihak untuk dapat menahan diri agar tidak menarik kesimpulan atau berpikiran ini fenomena yang berkaitan dengan hal mistis.

"Apalagi, menganggap kuburan itu adalah kuburan keramat atau kuburan yang dikaitkan dengan perilaku almarhum di masa hidupnya," jelasnya.  

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest in News

See More

Profil Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia

07 Apr 2026, 23:55 WIBNews