5 Orang Tewas dalam Serangan Kartel Narkoba di Desa Terpencil Meksiko

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan negara bagian Guerrero, Meksiko selatan, pada Sabtu (6/1/2024) melaporkan sedikitnya lima orang tewas akibat serangan yang terjadi di desa terpencil di wilayah tersebut.
Menurut wawancara dengan warga setempat, korban tewas ditemukan meninggal di dalam kendaraan terbakar. Namun, jenazah mereka telah dipindahkan oleh penduduk setempat untuk dimakamkan sebelum penyelidik tiba.
Organisasi agama dan hak asasi manusia Minerva Bello Center pada Jumat (5/1/2023) mengatakan, desa Buenavista de los Hurtado, yang berlokasi jauh di pegunungan Guerrero, diserang oleh drone dan orang-orang bersenjata pada Kamis (4/1/2024). Para pelaku diduga merupakan kartel narkoba La Familia Michoacana.
Direktur Minerva Bello Center, José Filiberto Velázquez, mengatakan bahwa enam orang terluka dalam insiden itu. Mereka semua kini telah pergi ke negara tetangga Tetela del Rio untuk mendapatkan perawatan medis.
Velázquez tiba di Buenavista bersama tentara dan agen dari kantor kejaksaan negara pada Sabtu.
1. Keluarga korban tolak tes DNA untuk konfirmasi identitas mayat
Dalam pernyataannya, kantor kejaksaan negara bagian mengatakan bahwa penyelidik menawarkan untuk menerima pengaduan dari keluarga korban, dan melakukan tes genetik untuk mengonfirmasi identitas mereka. Namun, tawaran tersebut ditolak.
Wawancara dengan warga setempat juga tidak mengonfirmasi adanya kejahatan lain, seperti penghilangan paksa atau orang-orang yang terluka dalam serangan itu. Pernyataan itu menyebutkan bahwa bentrokan terjadi antara kelompok kriminal La Familia Michoacana dan Los Tlacos.
Sementara itu, Velázquez mengatakan bahwa banyak anggota masyarakat yang hilang. Kelompoknya telah memperingatkan masyarakat telah terjebak di antara geng narkoba yang bertikai. Konflik tersebut telah memaksa sekitar 80 warga Buenavista meninggalkan rumah mereka dan pindah ke Tetela del Rio, dilansir Associated Press.
2. Otoritas sebut serangan merupakan konflik antar kartel
Juru bicara negara bagian Guerrero, René Possel, membenarkan adanya bentrokan. Namun membantah bahwa serangan itu menargetkan masyarakat. Menurutnya, bukti yang ada menunjukkan bahwa kekerasan merupakan konflik antara kelompok kejahatan terorganisir.
Posselt menyampaikan bahwa pihak berwenang kini sedang menyelidiki video sebuah yang menunjukkan anggota kartel La Familia Michoacana dengan mayat-mayat anggota kelompok saingannya, yang dikenal sebagai Los Tlacos. Video tersebut beredar di media sosial pada Jumat
Ia menambahkan bahwa sekitar 170 tentara, pasukan Garda Nasional, petugas polisi negara bagian dan agen jaksa negara telah tiba di daerah itu pada Jumat sore untuk memulai penyelidikan.
3. Para kartel narkoba dinilai semakin berani
Menurut organisasi pelacak konflik Crisis Group, terdapat sedikitnya 200 kartel dan organisasi kriminal di Meksiko. Persaingan kartel untuk memperebutkan wilayah telah menyebabkan kekerasan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Guerrero telah menjadi salah satu titik rawan konflik. Pada Oktober, seorang kepala polisi dan 13 anggotanya disergap dan ditembak mati di negara bagian Meksiko selatan.
Para peneliti menilai bahwa aksi para kartel kini semakin berani, di antaranya dengan berperang menggunakan drone di wilayah lain Meksiko, menyusup ke industri legal seperti perdagangan alpukat, bahkan membangun jaringan Wi-Fi mereka sendiri dan memaksa penduduk setempat berlangganan dengan harga tinggi di bawah ancaman kematian.
"Ini benar-benar seperti permainan menyeluruh bagi mereka. Dan ini tidak lagi spesifik untuk barang atau pasar tertentu. Ini tentang mempertahankan wilayah melalui kekerasan. Ini bukan lagi soal narkoba," kata Falko Ernst, analis Crisis Group.


















