Jakarta, IDN Times - Eks Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir, Nabil Fahmy, resmi terpilih menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Arab. Keputusan itu ditetapkan dalam pemilihan yang dilakukan negara-negara anggota Liga Arab di Amman, Yordania, pada Senin (22/6/2026).
Eks Menlu Mesir Nabil Fahmy Terpilih Jadi Sekjen Liga Arab

- Nabil Fahmy, mantan Menlu Mesir, resmi terpilih sebagai Sekjen Liga Arab melalui pemilihan di Amman, Yordania, pada 22 Juni 2026.
- Fahmy akan mulai menjabat pada 1 Juli menggantikan Ahmed Aboul Gheit yang telah memimpin selama satu dekade sejak 2016.
- Diplomat kawakan ini menjadi Sekjen ke-9 Liga Arab dan dikenal lewat kiprahnya sebagai Menlu Mesir serta pendiri fakultas urusan global di Universitas Amerika Kairo.
"Pemilihan ini mencerminkan apresiasi atas pengalaman diplomatik yang dimiliki Nabil Fahmy dan karier profesionalnya yang panjang, di mana beliau telah berkontribusi dalam mendukung aksi Arab di arena regional dan internasional," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. Fahmy akan mulai bertugas pada 1 Juli mendatang

Fahmy sendiri akan mulai bertugas sebagai Sekjen Liga Arab pada 1 Juli mendatang. Ia akan menggantikan Sekjen Liga Arab sebelumnya, yakni Ahmed Aboul Gheit, yang sudah menjabat selama 10 tahun sejak 2016.
Kemlu Mesir berharap Fahmy bisa membawa Liga Arab menjadi lebih baik dari sebelumnya. Mereka juga berharap Fahmy bisa memperkuat hubungan antaranggota agar tercipta kerja sama yang lebih harmonis.
“Kami menaruh harapan agar ketua Liga (Arab) yang baru sukses dalam menjalankan tugasnya serta memperkuat aksi bersama Arab dan mewujudkan aspirasi rakyat Arab menuju stabilitas dan kemakmuran,” lanjut Kemlu Mesir dalam pernyataannya.
2. Fahmy akan menjadi Sekjen Liga Arab yang ke-9

Usai resmi terpilih, Fahmy akan menjadi Sekjen Liga Arab yang ke-9. Ia juga menjadi orang ke-8 dari Mesir yang menjadi pemimpin aliansi negara-negara Arab tersebut. Sebab, sebelumnya, Liga Arab juga kerap diketuai oleh pejabat-pejabat diplomatik dari Mesir.
Sebagai informasi, Fahmy merupakan salah satu diplomat kawakan di Mesir. Fahmy sudah berkarier di dunia diplomasi dan internasional sejak 1976. Dilansir laman resmi The University of America in Cairo, ia pernah mengemban jabatan di sejumlah posisi diplomatik. Ia pernah menjadi Duta Besar (Dubes) Mesir untuk Jepang pada 1997 sampai 1999. Kemudian, ia juga pernah menjadi Dubes Mesir untuk Amerika Serikat pada 1999 sampai 2008.
3. Pernah menjadi Menlu Mesir selama 1 tahun

Pengalaman panjang Fahmy di dunia diplomasi membuatnya didapuk menjadi Menlu Mesir. Ia menjadi Menlu Mesir selama 1 tahun, yakni pada Juli 2013 hingga Juni 2014. Namun, kontribusi Fahmy ternyata tidak hanya terlihat di dunia diplomasi saja, tetapi juga di dunia pendidikan.
Pada 2009, Fahmy mendirikan School of Global Affairs and Public Policy (GAPP) di The University of America in Cairo. Fakultas ini punya program unggulan di bidang urusan publik, hukum, jurnalisme, studi Timur Tengah, studi pengungsi, dan studi gender. Fahmy pernah menjabat sebagai dekan di fakultas tersebut pada 2009 hingga 2022.















