Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dubes Junimart: Belum Ada WNI Terdampak Pengetatan Perbatasan Italia

Dubes Junimart: Belum Ada WNI Terdampak Pengetatan Perbatasan Italia
Para imigran dari Maroko memasuki Ceuta, Spanyol. (AFP/HENRY NICHOLLS)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Dubes RI untuk Italia Junimart Girsang menyatakan belum ada laporan WNI terdampak pengetatan perbatasan Italia dengan Spanyol yang berlaku sejak 31 Juli 2026 selama sebulan.
  • Migrasi massal dari Maroko ke Ceuta dan Melilla menewaskan 67 orang; Spanyol mencatat lebih dari 60 ribu pendatang sejak 30 Juli, dengan sebagian besar dipulangkan ke Maroko.
  • Spanyol menyebut penyeberangan itu melanggar kedaulatannya dan menambah penghalang perbatasan, sementara Italia serta Prancis meningkatkan pengawasan akibat kekhawatiran gelombang migrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak dari pengetatan perbatasan oleh otoritas Italia. Pemerintah Italia mulai melakukan pengetatan perbatasan sejak terjadi arus migrasi imigran dari Maroko menuju ke area otonomi milik Spanyol yakni Ceuta dan Melilla.

Kebijakan itu diterapkan sejak Jumat, 31 Juli 2026 hingga satu bulan mendatang. Pengetatan pemeriksaan berlaku bagi warga non Uni Eropa (UE) yang masuk dari Spanyol baik jalur darat atau laut.

"Sampai dengan pagi ini, kami belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak dari kebijakan Italia yang memberlakukan sementara border control dengan Spanyol sejak 31 Juli malam waktu setempat," ungkap Junimart kepada IDN Times lewat pesan pendek, Senin (3/8/2026).

Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib enggan merespons terkait dampak kebijakan yang diberlakukan oleh otoritas Italia tersebut.

1. Jumlah korban tewas akibat menyeberang ke Ceuta mencapai 67 orang

Dubes Junimart: Belum Ada WNI Terdampak Pengetatan Perbatasan Italia
bendera Spanyol (unsplash.com/Daniel Prado)

Sementara, migrasi dari Maroko ke dua wilayah Afrika Utara milik Spanyol, Ceuta dan Melilla, telah lama menjadi isu politik yang sensitif antara kedua negara, karena ribuan orang menyeberangi perbatasan setiap saat. Otoritas Spanyol pada Sabtu, 1 Agustus 2026 menyatakan jumlah korban tewas akibat migrasi dari Maroko lewat jalur laut menuju ke Kota Ceuta sudah mencapai 67 orang.

Sebagian meninggal akibat tenggelam, sementara lainnya tewas akibat terhimpit saat berusaha memanjat pemecah ombak yang menopang pagar perbatasan.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares memperkirakan lebih dari 60 ribu imigran telah menerobos masuk ke wilayah Spanyol di Afrika Utara tersebut sejak Kamis, 30 Juli 2026. Namun, sebagian besar dari mereka dilaporkan telah dipulangkan ke Maroko.

"Hampir semua orang yang memasuki Ceuta kini telah kembali ke Maroko," demikian yang ditulis oleh Albares lewat platform X pada Jumat, 31 Juli 2026.

Sementara itu, seorang pejabat Maroko yang mengetahui operasi tersebut mengatakan bahwa orang-orang yang dipulangkan oleh Spanyol akan langsung diangkut ke kampung halaman mereka menggunakan bus atau melalui stasiun kereta api di Tangier.

2. Penyeberangan massal ke Ceuta dianggap sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah Spanyol

Dubes Junimart: Belum Ada WNI Terdampak Pengetatan Perbatasan Italia
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez (European Parliament from EU, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Sementara, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, mengatakan penyeberangan massal tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayah Spanyol. Akibat insiden itu, pemerintah mengumumkan akan memasang penghalang pembatas sepanjang 500 meter di sepanjang pemecah ombak yang menjadi lokasi berdirinya pagar perbatasan.

"Kehidupan di kota ini terganggu akibat insiden di perbatasan. Pemulangan orang-orang telah dimulai dengan lancar, tetapi prosesnya harus diselesaikan hingga tuntas. Kota ini masih belum kembali normal," ungkap Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas, seperti dikutip dari NPR.

Sementara itu, di Maroko, aparat keamanan sempat terlibat bentrok dengan para imigran yang berusaha memasuki wilayah Spanyol. Dilansir The New Arab, polisi menggunakan gas air mata dan truk meriam air untuk membubarkan massa yang berkumpul di dekat pagar perbatasan serta menangkap puluhan orang.

3. Negara-negara UE lainnya tingkatkan pengawasan di perbatasan

Dubes Junimart: Belum Ada WNI Terdampak Pengetatan Perbatasan Italia
ilustrasi bendera Uni Eropa (unsplash.com/Markus Spiske)

Gelombang besar kedatangan migran ini telah memicu kekhawatiran di kalangan pemerintah negara-negara Uni Eropa (UE). Presiden Komisi UE, Ursula von der Leyen, menyebut situasi di Ceuta sebagai hal yang tidak dapat diterima, sementara Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan bahwa negaranya akan memperketat pengawasan di perbatasannya dengan Spanyol.

Di Italia, Perdana Menteri Giorgia Meloni sudah menangguhkan perjanjian perbatasan terbuka Schengen dengan Spanyol demi melindungi perbatasan dan menjamin keselamatan warganya. Meskipun Italia sendiri tidak berbatasan laut atau darat secara langsung dengan Spanyol.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More